Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

Galeri Foto

Video

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi. Tampilkan semua postingan

Rakyat Makan Nasi Aking, Jokowi-JK terus Naikkan Harga


IDETIK - Banyak orang makan nasi aking di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kemiskinan meluas akibat naiknya harga-harga di bawah Duet Jokowi-JK yang buruk ini.  Makin menyedihkan, Jokowi-JK jelas gagal mengangkat rupiah, dan harga sembako meninggi menyusul naiknya harga energi (BBM, listrik dan gas). Rakyat makin miskin.  Elite Penguasa goblok dan 'Gila'  kuasa ?

Rakyat makan nasi aking, itulah tragedi di Jawa. Istana harus terjun ke lapangan melihat tragedi ini. Tragedi bahwa rakyat makan nasi aking Jawa Timur dan Jawa Tengah serta daerah lainnya. Meski Presiden Jokowi telah mencabut Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara Untuk Pembelian Kendaraan Perorangan, toh masalah ini masih terus jadi perbincangan hangat di mana-mana. Kok, bisa ya seorang presiden meneken Perpres tapi tidak tahu isinya? Bagaimana kalau yang diteken itu hal-hal yang sangat sensitif dan menyangkut kepentingan negara? Kan presiden punya staf administrasi yang begitu banyak, tapi kok bisa lolos ya?

Begitulah beberapa pertanyaan yang muncul dalam perbincangan di kantor-kantor sampai di warung-warung kopi pinggir jalan. Sampai-sampai pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra perlu berkomentar. Lewat akun Twitter-nya, @Yusrilihza_Mhd, Yusril berkicau: “Presiden Jokowi Makin Mendunia.”

Hanya dalam sekejap, topik “Presiden Jokowi Makin Mendunia” telah masuk ke deretan Trending Topic Twitter di Indonesia. Saat berkicau, Yusril menyertakan sebuah artikel dari koran berbahasa Inggris, The Jakarta Globe berjudul Joko: I Don’t Read What I Sign.

Seorang pengguna Twitter dengan nama akun @Andri_Cahya langsung menanggapi: “Presiden Jokowi Makin Mendunia itu harusnya karena prestasi, bukan karena kesalahan seperti ini.”

Kesalahan ini makin menambah panjang daftar kesalahan Jokowi dalam enam bulan pemerintahannya. Kini, Jokowi harus menghadapi kenyataan bahwa banyak hal yang tidak disukai rakyat telah dilakukan pemerintahannya. Mulai dari naik-turunnya bahan bakar minyak, naiknya tarif dasar listrik, harga elpiji 12 kg sampai melonjaknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok sehari-hari.

Belum lagi yang lain, seperti perseteruan KPK-Polri, yang walaupun kini tampak adem sebenarnya masih membara di dalam. Lantas, pemilihan Kapolri yang tak kunjung usai. Padahal sebagai presiden, Jokowi punya hak prerogatif. Dan yang paling bising adalah perpecahan di tubuh sejumlah partai oposisi yang—konon—dirancang oleh istana.

Masih ada lagi sejumlah blunder yang membuat pemerintahan ini tidak disukai rakyat, yakni pengangkatan menteri-menteri yang tidak kompeten. Kemudian, juga pengangkatan pembantu presiden yang transaksional. Dan, yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala adalah pengangkatan sejumlah relawan dan pengamat menjadi komisaris di beberapa BUMN serta beberapa pengusaha duduk di lingkaran istana.

Aneka peristiwa inilah yang membuat Jokowi dijauhi oleh pendukung tradisionalnya: wong cilik. Padahal, pada Pilpres lalu, wong cilik ini yang membuatnya menang tipis atas Prabowo Subianto.

Dan ujung dari semua itu, kini mulai muncul letupan-letupan kecil dari kalangan bawah. Aksi demonstrasi di berbagai daerah muncul. Mereka menuntut Jokowi mundur dari tahta. Selintas, ini hanya sebuah gejolak kecil, memang. Tapi lama-kelamaan bukan tak mungkin bisa membesar sehingga sulit dibendung.

Sialnya bagi sang presiden, kini rasa tidak puas telah muncul pula dari partai pendukung, PDIP. Rupanya, mereka juga geregetan melihat beberapa langkah yang diambil Jokowi. Mereka menganggap apa yang dilakukan koleganya, lambat-laun, akan mencoreng nama baik partai.

Itulah sebabnya, Effedi Simbolon (politikus dari PDIP) menilai Jokowi tidak mampu memimpin negara ini. Bahkah, ia memperkirakan, rekannya itu hanya akan memimpin tak sampai hitungan tahun. “Paling hitungan bulan lagi lengser," katanya.

Terlebih, lanjut dia, kebijakan Jokowi yang bertentangan dengan pegawai negeri sipil (PNS). Dia menambahkan, bila melihat kondisi seperti ini banyak masyarakat yang mendoakan Jokowi lengser dari jabatannya sebagai kepala negara. "Coba kita cek ke masyarakat, mereka sudah mendoakan agar Jokowi turun. Banyak PNS yang kecewa, sehingga setiap kali kunjungan mereka memilih menginap di tempat saudara," jelasnya.

Lengser? Tampaknya, tidak semudah itu. Adalah seorang politikus PDIP lainnya yang membela Jokowi. Kata dia, pemerintah yang baru berjalan enam bulan tak bisa dinilai keberhasilannya. Perlu waktu tahunan. Apalagi, presiden ini merupakan pilihan rakyat. Namun Jokowi-JK  gagal, dan rakyat sudah jengah, setahun ini Jokowi-JK diuji. Desakan mahasiswa agar Jokowi-JK lengser tinggal tunggu waktu sampai akhir tahun.

Makanya, sebelum semuanya terlanjur jadi besar, ada baiknya Jokowi–JK membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat dan nasional, sehingga bisa menutup peluang adanya gerakan untuk menjatuhkan presiden.(indo-detik/Konfrontasi/Indonesian Review)

Ikuti dan Dapatkan Berita Terbaru, Hanya di "Bojonegoro Post". Portal Berita News Online Indonesia.Klik www.bojonegoropost.com / www.antaraberita.com
(Red // Bojonegoropost/JRTR)

Jokowi Pingin Budi Gunawan Jadi Wakapolri? Siasat Apalagi Ini!


GARUDA LUKA Jakarta - Penokohan Budi Gunawan oleh Presiden Jokowi belumlah berhenti. Dikabarkan Budi Gunawan setelah gagal dilantik menjadi Kapolri malah akan dinobatkan menjadi Wakapolri. Keputusan ini mengundang pendapat dari Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, yang mengatakan, Presiden Joko Widodo akan mempertaruhkan kepercayaan publik jika meloloskan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai wakil kepala Polri. Menurut dia, segala pilihan memiliki konsekuensi. 

"Masalah public trust menjadi taruhan berat bagi Jokowi jika menyetujui Budi Gunawan jadi wakil kepala Polri. Hal ini mengancam mengikis secara perlahan legitimasi pemerintah," ujar Siti, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/4/2015) seperti dilansir Kompas.

Menurut memori publik, lanjut Siti, sudah telanjur negatif terhadap sosok Budi. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan Budi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Meski akhirnya penetapan tersangka Budi dibatalkan melalui praperadilan, menurut Siti, hal itu tak berpengaruh besar karena putusan itu juga menimbulkan kontroversi.

"Dengan kondisi demikian, pencalonan BG jadi wakil kepala Polri akan telak-telak ditentang oleh publik. Publik akan berkukuh Jokowi tidak menyetujui Budi," kata Siti.

Wacana Budi Gunawan sebagai wakil kepala Polri muncul setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pimpinan DPR dalam rapat konsultasi pada Senin (6/4/2015) kemarin. Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Anton Charliyan mengakui, Budi merupakan salah satu kandidat terkuat untuk menjadi wakil kepala Polri.

"Salah satu kandidat utama dan terkuat, ya memang Pak BG," sebut Anton.

Walaupun demikian, Anton mengatakan, jabatan wakil kepala Polri belum terlalu penting untuk dibahas. Bagi Polri, kata dia, yang terpenting adalah terpilihnya kepala Polri definitif.

"Pak Badrodin yang penting menjadi kepala Polri dulu. Soal wakil kepala Polri nanti terserah Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi) saja," kata Anton.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto mengatakan, pencalonan Budi Gunawan sebagai wakil kepala Polri sama sekali tidak melanggar peraturan sepanjang dia memenuhi syarat yang ditetapkan.

"Tiap anggota kepolisian pangkat bintang tiga punya kesempatan yang sama jadi kepala Polri. Yang jelas tidak cacat dalam karier dan layak dicalonkan meski yang memutuskan tetap Presiden," kata Rikwanto.

Calon kepala Polri Komjen Badrodin Haiti juga membenarkan wacana Budi Gunawan sebagai wakil kepala Polri. Namun, dia tidak mau terburu-buru untuk membicarakan hal tersebut. Badrodin mengatakan, hal itu akan dibicarakan setelah kepala Polri definitif terpilih nantinya.

Membongkar Kepalsuan Jokowi Jongos Cina


Tingkah laku Jokowi yang selalu dimuat media sangat mengganggu pikiran terutama jika melihat tidak ada substansi apapun dalam pemberitaan media tersebut kecuali hanya untuk popularitas dan pencitraan Jokowi semata – mata.

Demikian juga ketika lembaga – lembaga survey bayaran sengaja melambungkan citra dan nama Jokowi seolah – olah ia pememimpin hebat padahal kinerja dan integritas diri Jokowi terbukti di bawah rata – rata walikota atau gubernur di Indonesia.

Lebih menjijikan ketika melihat fenomena aneh yang terjadi di sekitar masyarakat yang latah ikut – ikutan memuja memuji Jokowi padahal mereka tidak mengetahui persis siapa Jokowi apalagi melakukan penelitian tentang diri Jokowi sebenarnya.

Begitu bodohkan bangsa ini yang terlalu mudah terkecoh dengan pencitraan dan opini sesat Jokowi yang direkayasa oleh Stanley Benhard Greenberg, Tokoh Yahudi homoseksual teman karib James Riady dan sama – sama anggota Arkansas Connection (paguyuban sahabat – sahabat karib Bill dan Hillary Clinton) untuk mendukung cita – cita James Riady dan konglomerat cina Indonesia menjadikan Joko Widodo sebagai presiden boneka yang dapat mereka kendalikan dalam rangka menguasai Indonesia sepenuhnya.

Begitu bodohkah bangsa Indonesia yang tidak pernah mau belajar dari pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis menderita meratapi kerugiannya.

Begitu bodohkah rakyat Indonesia hingga terlalu mudah percaya berita dan opini yang dibentuk pemberitaan media mengenai karakter, integritas dan kredibiltas seorang tokoh. Tidak adakah mekanisme check and recheck yang semestinya dilakukan sebelum memberi kepercayaan besar atas sebuah amanah yang sangat menentukan nasib dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.

Tidakkah sesuatu pencitraan yang berlebihan semestinya membuat kita lebih hati – hati dalam menilai figur tersebut. Bagaimana mungkin kita mempercayai bahwa tidak ada udang di balik batu dari sebuah realitas pencitraan sedemikian banyak media terhadap seseorang tanpa terlebih dahulu kita menganalisa apa sebenarnya tujuan pencitraan tersebut dan siapa pelaku atau sutradaranya.

Begitu kasat mata rekayasa pencitraan yang dibangun secara sistmatis, masif, terencana dan pasti menghabiskan uang yang sangat besar untuk pencitraan Joko Widodo atau Dahlan Iskan. Bahkan untuk Jokowi, nama akrab Joko Widodo, rekayasa pencitraan dirinya perlu diwaspadai.

Pencitraan terhadap Jokowi dilakukan oleh sebuah tim pencitraan yang lengkap, berpengalaman, terdiri dari berbagai kelompok yang bertugas dan bertanggungjawab untuk membentuk citra diri Jokowi sesuai dengan keinginan rakyat atau target yang ditetapkan tim konsultan pencitraan Jokowi.

Berdasarkan pengamatan kami yang sudah lama mencurigai adanya maksud jahat terselubung dari pihak tertentu terkait pengorbitan Jokowi sebagai ‘tokoh nasional, tokoh terpopuler, calon presiden terbaik’ dan seterusnya, terlihat jelas rekayasa pencitraan Jokowi dilakukan melalui cara – cara berikut ini :

Ratusan media nasional dan lokal (koran, majalah, TV, radio, media online dll) dikontrak dan dibayar untuk setiap hari memuat berita positif tentang Jokowi. Pada media cetak yang dikontrak dan dibayar tersebut, disediakan halaman atau kolom khusus yang memuat berita positif tentang Jokowi. Pada media online, ditargetkan pemuatan berita Jokowi sampai sebanyak – banyaknya. Detik online misalnya, memuat berita tentang Jokowi bisa sampai 50 kali atau 50 judul per hari dan selalu ditayangkan setiap saat. Begitu tingginya target frekwensi menaikan berita tentang Jokowi, sampai – sampai semua aktifitas Jokowi dimuat dan diberitakan media.

Jokowi akan naik sepeda ke kantor, jokowi lari maraton, jokowi akan mudik ke Solo, Jokowi akan ke Pluit, Jokowi nonton film, Jokowi nonton wayang, jokowi makan banyak sebelum nonton, Jokowi antar makanan ke Megawati, Jokowi bertemu si anu, Jokowi hebat, Jokowi luar biasa, Jokowi berniat, Jokowi tertawa, jokowi dikawal, Jokowi bersedih, Jokowi disambut warga, Jokowi bagi – bagi uang, Jokowi blusukan, Jokowi bermimpi, dan seterusnya… Mungkin hanya ketika Jokowi buang angin, Jokowi buang hajat, Jokowi mimpi basah atau Jokowi sedang cebok, yang tidak dimuat oleh media massa – media massa bayaran dan kontraktor pencitraan Jokowi tersebut.

Sejumlah pengamat dan akademisi kampus disewa oleh sutradara dibalik pencitraan Jokowi untuk memberikan pendapat, penilaian dan kesan baik tentang Jokowi. Sesuai informasi yang diterima banyak staf pengajar dari Fisip UI Depok yang dibayar untuk mendukung pencitraan Jokowi. Mereka ini rutin memberikan pendapat atau komentar positif terhadao sosok Jokowi. Perilaku akademisi seperti ini dulu kami juluki ‘pelacur intelektual’. Menggadaikan rasionalitas dan keilmuannya demi rupiah.

Jaringan internasional digunakan untuk memberikan ‘legitimasi’ pencitraan positif tentang Jokowi. Bayangkan saja, seorang gubernur di Indonesia yang belum membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin, belum ada prestasi kerjanya, tetapi sudah dipuja puji melalui pemberitaan berbagai media di luar negeri. Informasi yang kami terima, pemuatan berita tentang jokowi ini adalah hasil dari rekayasa James Riady, Stan Greenberg cs dan jaringan Arkansas Connection yang diduga sebagai otak dari semua rekayasa pencitraan diri Jokowi.

James Riady adalah tokoh konglomerat pemilik grup Lippo yang merupakan teman baik mantan presiden AS Bill Clinton selama puluhan tahun, sejak 1986 sampai sekarang. James memiliki banyak catatan buruk mengenai sepak terjangnya di dunia bisnis dan politik, baik di Indonesia atau pun di dunia internasional. Sejak menganut agama kristen evangelis, kedekatan James dengan tokoh evangelis AS Pat Robertson sudah menjadi pengetahuan umum. Hal tersebut menempatkan James sebagai sosok yang selalu dicurigai umat Islam mengingat Pat Robertson, Menton James Riady dikenal sebagai tokoh fanatik dan sangat membenci Islam/anti Islam.

Sementara itu Stan Greenberg adalah patner sekaligus pemilik konsultan politik terkemuka AS, Greenberg Quinlan Rosner, konsultan politik yang selalu digunakan Partai Demokrat AS dan berpengalaman menjadi konsultan ratusan politisi terkenal di dunia. James dan Greenberg keduanya adalah anggota utama Arkansas Connection.

Ratusan orang baik tenaga honor mau pun karyawan organik yang dipekerjakan di perusahaan – perusahaan Lippo Grup dan perusahaan para konglomerat tionghoa yang menjadi pendukung pencitraan Jokowi, dikerahkan untuk membentuk citra palsu Jokowi melalui sosial media (socmed). Ribuan akun di berbagai socmed (twitter, facebook, dll) dikerahkan untuk mendongkrak popularitas dan kesan positif tentang sosok Jokowi. Mereka juga bertugas melindungi Jokowi dari segala bentuk kritik, termasuk pengungkapan kebenaran tentang siapa sebenarnya Jokowi.

Rekayasa pencitraan Jokowi tidak hanya didukung oleh James Riady, Stangreeberg dan Arkansas Connection, melainkan juga oleh mayoritas konglomerat tionghoa Indonesia, jaringan etnis China dunia/internasional, segelintir tokoh dan konglomerat pribumi serta dari berbagai kalangan /lembaga / insititusi non muslim, gereja, mayoritas komunitas tionghoa Indonesia dan seterusnya. Benar – benar sebuah konspirasi tingkat tinggi yang dibentuk dan dijalankan dalam rangka mensukseskan Jokowi sebagai presiden boneka di Indonesia.

Pencitraan Jokowi yang luar biasa, menghabiskan sumber daya uang, waktu dan tenaga yang sangat besar itu, juga berhasil menutupi fakta – fakta yang sebenarnya tentang karakter, kinerja dan track record Jokowi. Masyarakat tidak lagi berfikir logis dan tidak skeptis dalam menilai sosok Jokowi. Begitu banyak catatan buruk tentang Jokowi yang diabaikan atau terlindas oleh tsunami informasi dan opini yang dijejalkan konspirasi tingkat tinggi ini. Fakta bahwa Jokowi sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) atau penilaian kinerja Kemendagri yang membuktikan prestasi Jokowi biasa – biasa saja, malah lebih buruk dibanding kinerja rata – rata kepala daerah se – Indonesia, tidak menjadi perhatian rakyat.

Fakta bahwa Jokowi patut diduga terlibat korupsi pelepasan aset pemda Solo (Hotel Maliyawan), korupsi dana KONI Solo sebesar Rp. 5 miliar, korupsi hibah dana rehabilitasi pasar dari Pemda Jawa Tengah Rp. 1 miliar, korupsi dana bantuan siswa miskin Solo, korupsi proyek pengadaan videotron Manahan Solo, korupsi renovasi THR Sriwedari Solo, dan lain – lain, diabaikan begitu saja oleh rakyat Indonesia. Belum lagi dugaan korupsi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Program KJS dan KJP, KKN pada penunjukan pemenang dan pelaksana proyek MRT/Monorail Jakarta, korupsi pengadaan sumur resapan dan lain – lain.

Luar biasa hebat konspirasi James Riady cs dalam mengorbitkan Jokowi ke puncak popularitas demi terwujudnya mimpi mereka untuk memiliki seorang presiden Indonesia yang berada di bawah kendali dan pengaruh mereka.
Sumber

Jokowi Dapat Petisi Panas Terkait Silsilah Keturunannya


GARUDA LUKA - Presiden Joko Widodo mendapatkan petisi terkait dengan silsilah keturunannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi itu diminta segera meluruskan informasi yang beredar soal ibu kandungnya.

Petisi yang diungkap melalui laman https://www.change.org/ ini berjudul "Petition · Memaksa Bapak Jokowi Melakukan Tes DNA Sebagai Klarifikasi Atas Fitnahan NEO PKI". Di dalamnya antara lain mengupas tentang sikap durhaka Jokowi jika mengakui Sujiatmi Notomihardjo sebagai ibu kandungnya, yang sebenarnya hanya ibu tiri Jokowi.

Berikut isi lengkap petisi tersebut:

Petitioning Semua Manusia

Memaksa Bapak Jokowi Melakukan Tes DNA Sebagai Klarifikasi Atas Fitnahan NEO PKI

Ini jalan terakhir pembuktian, jangan anggap kami gila bila anda bernyali...!

Lebih gila siapa dibanding membohongi jutaan manusia..?

Lebih dosa mana orang yang memfitnah dengan orang yang memelihara fitnah..?

Bapak Jokowi yang terhormat, anda jangan jadi pengecut seperti yang dimakan anakmu di singapore. Buktikan tuduhan kami adalah fitnah dengan mengklarifikasi anda bukan pemalsu identitas ibu kandung Sulami.

Anda durhaka mengakui ibu kandungmu Sudjiadmi yang sesungguhnya ibu tirimu istri kedua ayahmu si Ketua OPR PKI. Jangan malu sekalipun ibu kandungmu Wakil Ketua Gerwani Pusat yang melahirkan adik tirimu hasil selingkuhan Michael Bimo Putranto, agar Abraham Samad bernyali mengusut Trans Jakarta.

Apakah anda kira dengan membredel para demonstran akan membuat kami kecut?

Anda itu masih makan nasi pak. Kami percaya adanya Tuhan.

Anda telah membangunkan singa tidur wahai anak PKI. Rakyat Indonesia yang merasa anda bohongi akan terus melawan anda bila anda anggap ini cuma bualan.

Apakah anda kira kekuasaan itu abadi?

Semakin engkau zolimi maka akan semakin membakar keberanian kami menentangmu hei manusia munafik.

Salam 5 jari Anti NEO PKI

Sumber

Jokowi Budak Neolib


 - Paradigma ekonomi pemerintahan Jokowi sudah menjurus pada neoliberal. Hal ini diperkuat dengan makin dikuranginya subsidi untuk sektor kesejahteraan publik dan penetapan harga BBM dalam negeri yang mengacu ke fluktuasi harga pasar.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel, Muhammad Kasman, dalam siaran pers kepada intelijen, Jum’at (3/4).

Ia menegaskan bahwa bila dalam beberapa waktu ke depan gaya pemerintahan Jokowi-JK tidak menjadi lebih pro rakyat, maka Pemuda Muslim akan mengkonsolidasi gerakan secara massif untuk melakukan koreksi total terhadap pemerintahan Jokowi.

Dikatakannya lagi bahwa Pemuda Muslim sudah membangun komunikasi intensif dengan berbagai elemen bangsa yang juga resah dengan kondisi pemerintahan yang justru malah menyengsarakan rakyat.

“Kami akan bergerak bersama dan menjadikan bulan Mei sebagai bulan koreksi total bagi Jokowi,” pungkas Kasman.

"Jokowi akan Tumbang Seperti Hosni Mubarak"


Garuda Luka– Aktivis politik Aino Sukirno mengingatkan, meskipun tidak diekspos media massa ‘simpatisan’, gerakan perlawanan terhadap rezim Presiden Joko Widodo semakin kuat.

Menurut Aino, kendati aksi perlawanan terhadap Jokowi tidak dipublikasikan ‘media utama’, di sosial media aksi perlawanan tersebar secara masif. “Harus diingat rezim Mubarak di Mesir jatuh, itu karena media sosial. Dan itu akan terbukti di Indonesia,” tegas Aino kepada intelijen (20/03).

Aino mensinyalir ada upaya rezim Jokowi untuk bekerjasama dengan media massa ‘arus utama’, “memboikot” aksi demonstrasi mahasiswa menentang Jokowi di wilayah Indonesia.

“Beberapa media arus utama tidak menayangkan aksi mahasiswa menentang rezim Jokowi. Ini ada upaya rezim Jokowi bekerjasama dengan media untuk tidak mempublikasi demo mahasiswa,” papar Aino.

Tak hanya itu, menurut Aino, saat ini Indonesia dalam keadaan ‘gawat’. Salah satu indikasinya adalah perubahan peta aksi mahasiswa, dibandingkan dengan demonstrasi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kalau era SBY baru berkuasa beberapa bulan yang bergerak universitas swasta, tetapi era Jokowi, Universitas Indonesia, maupun perguruan tinggi negeri sudah bergerak sejak awal. Ini menandakan negara dalam keadaan gawat dan perlu pergantian kekuasaan,” papar Aino.

Kata Aino, melihat atmosfer gerakan mahasiswa tersebut, Rezim Jokowi tak akan bertahan lama. “Saya lihat tanggal 20 Mei 2015 akan ada gerakan lebih besar yang melibatkan rakyat Indonesia. Ini bisa menjadi revolusi,” pungkas Aino.
Sumber

Wow, Petisi "Turunkan Jokowi" Tembus 4.443 Pendukung


Selain demonstrasi mahasiswa, tuntutan agar Presiden Joko Widodo lengser dari kursi Presiden RI, mendapat sambutan di sosial media.

Hingga hari ini, petisi “Turunkan Joko Widodo dari jabatan Presiden Indonesia” hampir menyentuh angka 5000 pendukung. Petisi yang digalang di situs change.org itu sudah tembus 4.443 pendukung.

Pendukung petisi yang diunggah sejak empat bulan lalu itu, melonjak tajam bersamaan dengan aksi mahasiswa yang menuntut pelengseran Jokowi marak.

Petisi yang ditujukan untuk “Rakyat Indonesia” berisikan beberapa kalimat yang merupakan poin alasan keinginan menurunkan Jokowi. Di antaranya, Melakukan pelanggaran terhadap Konstitusi Republik Indonesia, Tidak membela (pro) rakyat, Menyengsarakan dan menindas rakyat, Tidak dapat dipercaya dan semena-mena.

Sumber:

PDIP ajak KMP Gulingkan Presiden Jokowi


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bisa menggalang Hak Angket untuk Presiden Jokowi terkait kebijakan menaikkan BBM.

“Saya lihat politikus PDIP Effendi Simbolon bisa menjadi motor penggerak untuk menggalang Hak Angket,” kata Direktur Eksekutif Indonesia for Democracy and Justice (IDJ), R Mubarrod kepada intelijen, Jumat (3/4).

Menurut Mubarrod, sikap kritis Effendi Simbolon ke Jokowi tentunya atas restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Megawati sama sekali tidak menegur Effendi Simbolon yang beberapa kali mengkritik keras Presiden Jokowi. Ini menandakan, Megawati membiarkan kadernya di parlemen menggunakan Hak Angket,” ujarnya.

Selain itu, kata Mubarrod, Koalisi Merah Putih (KMP) bisa menyambut usulan PDIP untuk menggunakan Hak Angket terhadap Jokowi terkait kenaikan BBM.

“Kalau saya lihat KMP dan PDIP ada persamaan dalam menggunakan Hak Angket kenaikan BBM,” pungkas Mubarrod.

Sebagaimana diberitakan berbagai media, Effendi Simbolon mengkritik keras kembali Presiden Jokowi.

“Saya mulai curiga semuanya mau dia (Jokowi) sendiri saat mengganti kabinet Trisakti jadi Kabinet Kerja,” kata Effendi saat menjadi pembicara dalam diskusi Front Page RMOL bertajuk “Bongkar Mafia Migas” di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).

Parahnya lagi, menurut Effendi, kabinet bentukan Jokowi kabinet kerja tanpa berfikir. Padahal semestinya, sesuai filosofi hidup, sebelum bekerja orang harus berfikir dulu, barulah bekerja.

“Kalau langsung kerja tanpa mikir dan doa, ya jadinya seperti sekarang ini. Harga naik kacau balau. Ngurus migas minerba gaya neolib. Ini kan kabinet rasa neolib sekarang,” kata Effendi.

Sumber:http://www.intelijen.co.id/wow-pdip-ajak-kmp-gulingkan-presiden-jokowi/

Harga BBM Naik Lagi, Jokowi: Yah Nanti Ditanyakan ke Menteri ESDM. Publik: Rezim Bajingan!


Pemerintah kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar Rp 500/liter mulai besok Sabtu, 28 Maret 2015, pukul 00.00 WIB. Apa kata Presiden Joko Widodo yang tengah melawat ke luar negeri?

"Ditanyakan ke Menteri ESDM," kata Jokowi di Hotel MGM Grand Sanya, Hainan, Tiongkok, Jumat (27/3/2015).

Jokowi sudah dua hari ini memang berada di Tiongkok. Pertama dia di Beijing dan malam tadi baru saja mendarat di Hainan untuk mengikuti acara BAOA Forum for Asia.

Di awal-awal pemerintahannya, Jokowi memang sempat juga menaikan harga BBM. Bahkan Jokowi sendiri yang berbicara langsung kepada publik. Namun kali ini pengumuman kenaikan BBM diberitahu melalui website Kementerian ESDM.

"Yah nanti ditanyakan ke Menteri ESDM," jawab Jokowi mengenai pertanyaan tersebut.

Berikut adalah rincian harga kenaikan BBM:

Harga minyak Solar naik dari Rp 6.400/liter jadi Rp 6.900/liter.
Harga Bensin Premium RON 88 naik dari Rp 6.800/liter jadi Rp 7.300/liter (harga di luar Jawa-Madura-Bali) dan Rp 7.400/liter (Harga di Jawa-Madura-Bali).
Harga Minyak Tanah dinyatakan tetap, yaitu Rp. 2.500/liter (termasuk PPN).

"Berlaku mulai 28 Maret 2015 pukul 00.00 WIB," kata Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM.

Harga baru ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 39 tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah diubah dengan Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2015.

"Dengan meningkatnya rata-rata harga minyak dunia dan masih berfluktuasi serta melemahnya nilai tukar rupiah dalam 1 (satu) bulan terakhir, maka Harga Jual Eceran BBM secara umum perlu dinaikkan," katanya.

Ia mengatakan keputusan demi menjaga kestabilan perekonomian nasional serta untuk


menjamin penyediaan BBM Nasional, demikian detikcom mengabarkan.

Sementara itu, publik semakin kesal dan tak terima dengan kenaikan harga BBM. Segala umpatan sebagai ekspresi emosi pun tak bisa tertahankan.

Dikutip dari Piyungan, atas kenaikan harga BBM publik sangat kecewa. Mereka melontarkan kekecewaanya melalui media sosial, facebook dan twitter.

"Masih layakkah pemerintahan jokowi-jk dipertahankan / dilanjutkan?," ujar Tara Palasara di akun facebooknya.

"Sama sekali tidak layak.....!!!!pemimpin yang seharus nya mengayomi rakyat ini kok malah jadi virus buat rakyat," timpal Yaya mengomentari Tara Palasara.

Saking keselnya dengan kenaikan BBM, salah seorang netizen menyebut era pemerintahan sekarang sebagai Rezim Bajingan.

"Rezim Bajingan...," tulis Rochmat Falah.

"Mas, sebelum makin amburadul ada baiknya segera dilengserkan. Terlalu banyak resikonya klo kita harus dipimpin rezim ini selama 5 thn," timpal Assyifa Latif.

"Kalau perlu secepat nya lengser dari kehidupan tuk selamanya...astagfirullah....ni kata2 keluar karena dah gregetan dengan kebijakan yg tak pro rakyat....," tulis Mey Setianto yang tak lagi mampu menahan emosi karena saking keselnya dengan pemerintahan Jokowi.

"Hmmm apakah karena belum cukup untungnya ya, jadi rakyat di bebanin lagi," ujar Alya Vidarani.

"Rezim suka uang smpe2 receh2 pun di keranjangin, rakyat tgah2 nya di plontos," komen Nursiah Leo.

"Rezim tedjo... naik turunin bbm sesukanya.... harga barang kbutuhan juga tdk dkendalikan semua dseràhkan mekanisme pasar.... ini neolib sesungguhnya.....," ujar Agustyas Tjiptaningrum.

"Rezim bingung...!" kata netizen Arbai Noor.

"Salam gigit jari, siapa suruh pilih jkwi..," tulis Eka Purwati.

"Pemerintah g mampu memberikan ketenangan kepada rakyatnya, bbm kok naik turun kayak layangan ajaaa. Harusnya kan harga bbm stabil tidak mengikuti pasar supaya harga2 lainnya tidak ikut2 fluktuatif naik turun begitu. Lengserin aja deh," ujar Henny Titiek Poerbowati. [sal]

Sumber:http://www.pekanews.com/2015/03/harga-bbm-naik-lagi-jokowi-yah-nanti.html

CBA: Jokowi Telah Ingkari Semua Janjinya

Garuda LUKA JAKARTA! – Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengibaratkan Presiden Jokowi sebagai sosok sebaliknya dari tokoh kartun Jepang, Doraemon. Sebab, kalau Doraemon selalu bisa memenuhi permintaan Nobita, maka Jokowi bertindak sebaliknya terhadap rakyat.

Padahal, rakyat memilihnya sebagai Presiden RI itu, dapat diharapkan menjadi tokoh yang bisa membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Kenyataan yang terjadi malah sebaliknya, rakyat dibuat makin susah dan sengsara.

“Doraemon memenuhi apapun kebutuhan atau permintaan Nobita, meski tidak masuk akal. Tapi malah Jokowi mengingkari semua janjinya, meski janjinya itu masuk akal dan sesuai keinginan rakyat,” kata Uchok Sky Khadafi yang dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Menurut dia, pemimpin itu harus bisa menyelesaikan berbagai persoalan. Sebaliknya dengan Jokowi, malah menambah masalah yang ada. Hal itu terlihat mulai dari tak berlanjutnya proyek Mobil Esemka, deep tunnel, penanganan macet dan banjir, kabinet gemuk, hingga memberi banyak posisi kepada para pendukungnya saat pilpres.

Belum lagi, melemahnya nilai tukar rupiah makin mencekik kehidupan masyarakat, “Nilai tukar yang dijanjikan akan turun, nyatanya malah naik. Katanya prorakyat, tapi malah menaikkan tarif listrik, BBM dan gas yang membuat hidup rakyat makin susah,” tegas dia.

Uchok juga menyesalkan janji pemberantasan korupsi, tapi malah membiarkan KPK dilemahkan. Janji kasih traktor, tapi tidak terealisasi dan masih banyak lagi. “Tidak satupun janjinya yang bisa dia realisasikannya,” ujar Uchok geram.

Ia pun menyebutkan bahwa Jokowi menawarkan Kartu Sakti yang nyatanya tak banyak berefek bagi rakyat. Terlebih, berbagai program itu diadakan lewat penarikan subsidi berbagai sektor krusial, seperti BBM dan lainnya.

“Namanya kebijakan prorakyat itu, harusnya bijak. Kalau menaikan BBM, listrik, gas itu namanya tidak bijak, karena membuat rakyat makin susah. Jokowi rasanya tidak tahu kalau dia menaikkan harga BBM, semua harga-harga berubah. Tidak hanya naik, tapi melambung tinggi. Gaji pegawai tetap sama,” tandasnya.

- Sumber: http://porosberita.com/2015/03/31/cba-jokowi-telah-mengingkari-semua-janjinya/#sthash.PU0ZCJ59.dpbs
 

Video Clip