Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

Galeri Foto

Video

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola. Tampilkan semua postingan

Sujud Syukur Jadi Tren Selebrasi? Ini Kata `Coach` Indra Sjafri

detak.co -  Adanya tren selebrasi baru di kalangan remaja dan anak-anak ternyata dianggap positif oleh pelatih Timnas U-19. Bagaimana tidak, sekarang setiap membobolkan gawang lawan, anak-anak pasti langsung sujud syukur.

Banyak yang menilai, anak-anak maupun remaja juga mengikuti gaya Timnas U-19 yang selalu sujud syukur usai pertandingan. Menanggapi hal tersebut, Coach Indra Sjafri selaku pelatih Timnas U-19 mengaku sangat senang.

"Tapi ini bukan hal luar biasa. Sujud syukur ini cuma tanda kita bersyukur. Memang saya yang meminta pada anak-anak, tapi kita nggak memaksa karena itu hal sederhana. Kan sebagai muslim, kita sudah diajarkan kalau diberikan berkah seperti rejeki kita harus bersyukur. Nah tanda bersyukur itu sujud syukur," kata Indra.

Sekarang masalahnya, lanjut Indra, kebiasaan sujud syukur ini sudah tidak ada lagi. "Saya saja pernah lihat Paus sujud kok sewaktu dia turun dari pesawat pertanda dia selamat sampai tempai tujuan. Masa kita sebagai muslim nggak sujud syukur ketika kita dapat keberhasilan, apa malu ?".

"Untuk yang non-muslim juga saya minta anak-anak berdoa. Bersyukur dalam doa. Satu hal lagi, saya merasa terkejut ketika melihat anak SD bertanding beberapa waktu lalu, saya lihat mereka antusias sujud syukur dan mulai meniru sekarang," jelasnya.

Indra mengatakan, hal ini mungkin bisa dibilang sebagai dakwah yang tanpa perlu banyak bicara.
"Kenapa sih setiap gol buka baju atau joget? Ini pengaruh budaya asing. Tapi ini masalahnya, kita mau apa nggak untuk mengangkat nilai-nilai budaya kita sendiri. Kan nggak ada hal istimewa yang kita lakukan. Cuma sujud syukur dan masyarakat merasa ini istimewa," katanya. - liputan6.com

Maskot Liverpool Meriahkan Suasana di Dalam Stadion

DETAK - Meski pertandingan antara Indonesia XI melawan Liverpool belum dimulai, para penonton sudah memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Situasi pun semakin meriah ketika maskot Liverpool, The Mighty Reds, masuk ke dalam stadion dan berinteraksi dengan para penonton.

Mighty Reds berkeliling ke seluruh penjuru stadion. Dia menampilkan gerakan-gerakan yang mengajak para suporter untuk bersorak, berteriak, hingga meneriakan yel-yel kebanggaan The Reds.

Tidak jarang, Mighty Reds berjoget di depan penonton. Hal itu tentu membuat suasana bertambah meriah. Sampai saat ini para penonton masih terus berdatangan. Mereka mulai menempati tribun-tribun yang tersedia di SUGBK.

Spanduk-spanduk juga mulai sudah terbentang di seluruh penjuru stadion. Spanduk-spanduk tersebut berisi tulisan yang menyambut kedatangan Liverpool hingga dukungan untuk timnas.

"Welcome to Indonesia Liverpool FC," tulis spanduk yang berada di sektor 13 SUGBK.

"Meskipun matahari terbit dari barat, kami tetap cinta Timnas Indonesia," begitulah isi spanduk yang ada di tribun bawah sektor 19.

Laga antara Indonesia XI versus Liverpool FC masih akan bertahan satu jam lagi. Kick off rencananya akan dimulai pada pukul 20.30 WIB.(vivabola)

Andik Vermansyah Bermain Di Klub Amerika


Salah satu bakat muda paling bersinar di sepakbola Indonesia saat ini, Andik Vermansyah, semakin terasah bakatnya. Pemain asal Jember ini tengah berada di Amerika untuk bergabung dan berlatih bersama salah satu tim besar Liga utama Amerika, DC United.
Tidak hanya berlatih, Andik juga diturunkan dalam pertandingan resmi tim cadangan DC United menghadapi Montreal Impact. Dalam pertandingan tersebut, Andik bermain selama 45 menit babak kedua dan menunjukkan sejumlah aksi aksi yang cukup baik, tusukannya dari sisi kiri lapangan beberapa kali gagal dihentikan oleh para pemain Montreal, sekali Andik mengirimkan umpan matang yang gagal diselesaikan dengan baik oleh rekannya.
Pada pertandingan ini, tim DC United menelan kekalahan 2-0 dari tim tamu. Andik merupakan satu dari 3 pemain ‘tamu’ di DC United pada pertandingan tersebut, bersama dua pemain lain, Mechack Jerome dan Yann Ekra.
Andik mendapatkan kesempatan emas berlatih bersama klub DC United atas prakarsa Erick Thohir, seorang pengusaha asal Indonesia yang juga merupakan pemilik klub tersebut. Disinggung mengenai kemungkinan Andik direkrut untuk menjadi punggawa timnya, Erick memaparkan bahwa Andik sebaiknya dibiarkan menimba ilmu sebanyak banyaknya tanpa dibebani ekspektasi apa-apa.
Sebelum berangkat, pemain berusia 22 tahun ini juga sempat mengatakan bahwa kepergiannya kali ini hanya untuk berlatih bersama klub Amerika. Artinya, direkrut atau tidak, dapat merasakan atmosfer bermain di klub besar Amerika di pertandingan resmi tim cadangan sudah merupakan suatu pencapaian tersendiri. Mari kita doakan agar Andik dapat terus mengasah bakatnya dan suatu saat nanti, tidak lama setelah ini, benar-benar mendapat kesempatan mencicipi liga-liga besar di negara maju.
 

Video Clip