Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

Galeri Foto

Video

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!
Tampilkan postingan dengan label ibukota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibukota. Tampilkan semua postingan

"Diperas" Warga Ciawi, Ahok Ancam Batal Bangun Waduk di Bogor

detak.co - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengancam membatalkan proyek pembangunan dua waduk yang berada di Bogor, Jawa Barat, apabila warga yang akan dibebaskan lahannya mematok harga tanah yang sangat tinggi.

Dari kabar yang beredar, untuk pembebasan lahan di Waduk Ciawi itu, warga di Desa Cipayung, Kecamatan Ciawi dan Desa Sukamahi dan Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, mematok harga Rp15 juta per meter persegi.

"Dibatalin saja. Waduk Ciawi itu cuma bisa menampung 17 persen air kok, kalau meluap tetap saja tumpahnya ke Jakarta," kata Ahok sapaan Basuki, Jumat 21 Februari 2014.

Menurut Ahok, jika harga tanah di daerah tersebut dipatok dengan harga yang cukup tinggi, maka pihaknya akan memprioritaskan pembangunan sembilan waduk di Jakarta.

"Kalau begitu, mendingan kami bereskan Jakarta daripada mahal-mahal buat Waduk Ciawi. Sekalian saja ya tidak usah," jelasnya.

Ahok menuturkan, anggaran pembangunan waduk di Ciawi tersebut memang menggunakan anggaran dari pemerintah pusat yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kemudian disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Tetapi untuk pembebasan lahannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

"Ini kan pusat yang bayar, kita bagian pembebasan lahan. Tetapi kalau diperas, kamu kira Pak Gubernur enggak pakai logika. Saya dengan Pak Gubernur sama, mau bangun waduk di Ciawi. Cuma kalau sulit bukan jadi prioritas. Kami prioritaskan membereskan waduk sisi utara, sheetpile dan pintu air laut yang baru," katanya.

Seperti Diketahui, Waduk Ciawi dan Sukamahi akan dibangun pada tahun 2015 dengan anggaran sekitar Rp1,9 triliun dari APBN pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam pembangunan itu, Pemprov DKI akan melakukan pembebasan lahan mulai tahun ini dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.

Rencana pembuatan kedua waduk itu diputuskan seusai rapat koordinasi Kementerian PU, Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, dan pejabat pemerintahan kedua provinsi di Katulampa pada Senin, 20 Januari 2014 yang lalu. (viva.co.id)

Tim pemburu preman akan tangani Hercules dan John Kei

DETAKinfo - Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat dibentuk untuk menekan angka premanisme di Jakarta Barat. Selain aksi kejahatan di jalanan dan pencurian dengan kekerasan, aksi premanisme yang paling sering terjadi adalah keributan antar kelompok preman yang disebabkan perebutan lahan kosong.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran menuturkan, sejumlah wilayah yang sering terjadi perebutan lahan kosong berada di Kalideres, Cengkareng, dan Kebon Jeruk. Dia pun mencontohkan keributan yang terjadi antar kelompok Hercules dan John Kei yang pernah bentrok di Cengkareng.

"Tim ini bertugas menangani kelompok preman besar seperti kelompok Hercules dan John Kei. Dulu kan mereka sempat bentrok di Cengkareng gara-gara lahan," jelas Fadil Imran saat ditemui di ruangannya, Selasa (16/7).

Tim yang berjumlah 30 orang ini berasal dari unit Reserse Kriminal. "Banyak street crime, kejahatan jalanan, curas di Jakarta Barat dan kasus premanisme seperti kasus Hercules dan Laskar Merah Putih, pimpinan punya kebijakan kita terjemahkan ini. Tim pemburu preman pertama di indonesia," kata Fadil Imran.

Fadil menambahkan, derajat keresahan pada masyarakat itu yang perlu dihapuskan. "Denger preman kadang sudah takut. Korban luka berat, masyarakat sudah ngeri. Jadi tidak hanya kualitas melainkan kuantitas," jelas Fadil.

Anggota tim khusus ini, lanjut Fadil menjalani latihan khusus seperti pelatihan menembak dan bela diri di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dan Pusdiklat Reserse Mega Mendung. (merdeka.com)
 

Video Clip