Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

Galeri Foto

Video

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Yakuza Menyerang Ekonomi Indonesia?

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Yakuza (gangster Jepang) kini sudah menginvasi Indonesia. Tujuannya hanya satu, yaitu mencari uang secepat mungkin dengan cara apa pun dan kembali membawanya ke Jepang.

Yakuza secara harfiah berarti 8-9-3, suatu kombinasi angka terburuk dalam permainan kartu hanafuda. Namun, Yakuza di sini berarti istilah tradisional untuk menyebut gangster Jepang.

Dilihat dari sejarahnya, Yakuza berasal dari zaman Tokugawa atau zaman Edo (1603-1868). Saat itu, ada 500.000 samurai yang menganggur dan tidak ada pekerjaan yang cukup untuk mendukung jumlah mereka.
Banyak dari samurai ini bergabung dengan kelas pedagang (tekiya). Namun, mereka yang tidak bergabung lalu menjadi samurai tak bertuan atau tunawisma (ronin) serta harus menemukan cara lain untuk mendukung kehidupannya.

Mereka banyak beralih ke metode sebagai penjudi (bakuto) hingga pencurian dan kriminal untuk mendukung kehidupan diri mereka sendiri. Pada hakikatnya, mereka berusaha kuat mencari penghasilan untuk melindungi dan memberi penghidupan bagi kesejahteraan keluarga mereka dan kota.
Lalu, bagaimana Yakuza bisa masuk ke Indonesia? Richard Susilo, penulis buku Yakuza Indonesia, menjelaskan, Yakuza menginvestasikan uangnya ke instrumen saham, pasar uang, hingga properti di Indonesia.

Atau bisa saja masuk ke deposito di perbankan Tanah Air karena bunga deposito di perbankan Jepang hanya memberikan imbal hasil paling tinggi 1 persen per tahun.


"Hasil perputaran uang tentu masuk ke bank di Indonesia, sementara saja. Tujuan akhir dijadikan yen dan kembali dibawa pulang ke Jepang," kata Richard saat peluncuran bukunya di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Richard menambahkan, Yakuza tentu saja mendapatkan uang tersebut dari pemerasan, uang pembunuhan, uang judi, dan sebagainya. Misalnya, mereka membawa satu juta yen Jepang. Ini berarti mereka sudah membawa uang Rp 100 juta.

Mereka membawa uang ini secara tunai dan bukan melalui rekening di tabungan mereka masing-masing. Sebab, Yakuza dilarang memiliki rekening tabungan di Jepang.

Setelah dirupiahkan, uang hasil tukar tersebut dimasukkan ke perbankan Tanah Air sehingga mendapatkan bunga tinggi, sambil mencari tahu investasi mana yang paling menguntungkan.

"Setelah diinvestasikan, terjadi perdagangan, uang menjadi 'bersih', ada bukti uang yang diperoleh nantinya merupakan hasil transaksi perdagangan dan bisnis. Bila ditransfer atau dibawa masuk ke Jepang, tidak ada masalah karena uang sudah jadi 'bersih' di Indonesia," tambahnya.

Masalahnya, aktivitas Yakuza di Indonesia tersebut membutuhkan "pelindung" transaksi. Misalnya, mencari aparat ataupun otoritas jasa keuangan sehingga Yakuza bisa aman dan tenang menjalankan transaksi di negara mana pun.

"Siapa saja welcome, asalkan dia yakin akan sangat banyak menguntungkan kalau bermitra dengan orang itu," tambahnya.

Lalu, apa indikasi Yakuza menyerang perekonomian Indonesia? Richard menjelaskan, saat Yakuza menginvestasikan dananya ke beberapa instrumen keuangan, seperti pasar uang, pasar modal, dan properti, maka indikator mudahnya adalah pasar modal Jakarta akan mendadak mencuat tinggi.

Berarti di sini ada arus dana asing masuk (capital inflow). Namun, beberapa saat, pasti ada masa bahwa pasar saham di Jakarta jeblok. Ini berarti uang mendadak hilang dari peredaran. Tentu saja, Yakuza melakukan spekulasi yang tujuan utamanya ingin mendapatkan keuntungan secepat mungkin.
"Transaksi pasar modal benar-benar dipermainkan. Demikian pula perputaran uang di masyarakat dan di pasar uang yang sangat fluktuatif," tambahnya.

Semua hal tersebut tentu saja akan membingungkan banyak pelaku pasar (modal dan uang). Tetapi, Richard menambahkan bahwa pelaku pasar modal dan pasar uang tentunya bisa mencium aroma ada sesuatu yang aneh di pasar keuangan tersebut. "Fluktuasi naik turun ekonomi dan finansial Indonesia tersebut akan mengacaukan perekonomian Indonesia secara makro," jelasnya. (kompas.com)

Bulan Depan, Bank Mandiri dan BTN Naikkan Bunga KPR

DETAKinfo - Setelah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kini dua bank pemerintah yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang ingin menaikkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Rencananya, kenaikan bunga KPR ini akan berlaku Agustus mendatang.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pihaknya akan menaikkan bunga KPR khusus untuk pembiayaan baru mulai bulan depan. Sebab untuk pembiayaan yang lama akan tetap mengacu ke bunga KPR yang lama.

"Rencananya, kita akan naikkan bunga KPR untuk kredit baru per Agustus 2013 sebesar 0,25-0,5 persen. Ini untuk yang menengah atas, yang luasnya 70 m2 ke atas," kata Maryono kepada Kompas.com saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (18/7/2013) malam.

Alasan Maryono menaikkan bunga KPR tersebut adalah mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan BI (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 6,5 persen mulai Juli 2013. Dengan kenaikan BI rate tersebut, Maryono memerkirakan suku bunga dana juga akan meningkat. Alhasil, perbankan akan berlomba-lomba mencari dana murah dari masyarakat dan memberikan imbal hasil yang tinggi bagi masyarakat.

Sehingga nantinya, bank akan leluasa mendapatkan dana murah dan siap disalurkan menjadi kredit jangka panjang. "Saat ini bunga KPR kami masih 6,5 persen, jadi nanti akan naik menjadi sekitar 7 persen. Kami optimis bisa lebih kompetitif dibanding bank lain," jelasnya.

Senada dengan BTN, bagi Bank Mandiri juga akan menerapkan hal serupa. Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya juga berencana menaikkan bunga KPR sebagai antisipasi kebijakan BI dalam menaikkan BI rate.

"Memang ini belum final, masih dibahas, rencananya mulai bulan depan, ya mungkin sekitar 0,5-0,75 persen kenaikan bunga KPR-nya," kata Budi.

Budi mengaku untuk bunga KPR ini cenderung lebih tinggi dibanding bank lain. Sebab, Bank Mandiri juga telah menerapkan suku bunga dana yang relatif tinggi dibanding bank lain. Alhasil, untuk bisa memperoleh keuntungan tinggi, maka pihaknya juga menerapkan bunga KPR sedikit lebih tinggi dibanding bank lain.
Pihaknya yakin dengan cara menggaet dana murah lebih banyak, sehingga pihaknya akan leluasa bisa menyalurkan kredit lainnya, termasuk KPR. "Jadi kita cari dana segede-gedenya dulu, kreditnya belakangan. Yang penting duit masuk dulu," jelasnya. (kompas.com)

Harga Emas Global dan Domestik Turun

DETAKinfo - Harga emas berjangka ditutup lebih rendah pada bursa Rabu, waktu Amerika Serikat. Harga Emas gagal naik menembus level US$i.300 per ounce karena pasar menerima pernyataan Ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke, mengenai penegasan kebijakan moneter bank sentral yang tetap akomodatif terhadap perkembangan perekonomian.

Seperti diberitakan Marketwatch, Kamis 18 Juli 2013, harga emas untuk pengiriman Agustus turun US$12,90 (1 persen) sehingga berada di level US$1.277,50 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Emas berjangka menyetuh harga tinggi US$1.299,70 menjelang sesi tanya jawab sebelum kongres The Fed dimulai. Namun harga kemudian turun saat sesi tanya jawab dimulai karena dolar menguat.

Pernyataan Bernanke mengisyaratkan bahwa The Fed belum akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatifnya.

Analis mencermati bahwa harga emas turun karena banyak yang semakin percaya bahwa emas tidak akan lagi menjadi investasi yang menarik. Pelonggaran kuantitatif cenderung meningkatkan potensi inflasi dan emas dipandang sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.

Sementara itu, di dalam negeri, harga emas pada perdagangan hari ini, Kamis 18 Juli 2013, turun Rp2.000/gram. Harga emas batangan ukuran satu gram di PT Antam Tbk untuk wilayah DKI Jakarta kini berada di level Rp494.000. Harga emas Antam tidak bergerak dari posisi Rp496.000 sejak akhir pekan lalu.

Dikutip dari laman logammulia, harga emas ukuran 5 gram kini dijual pada Rp2.325.000. Ukuran 10 gram dihargai Rp4.600.000, 25 gram dijual Rp11.425.000, ukuran 100 gram dilepas Rp45.550.000, 250 gram dipatok Rp113.750.000, dan 500 gram seharga Rp227.300.000.

Harga beli kembali (buy back) emas Antam tetap Rp412.000 per gram. Emas untuk sejumlah ukuran itu masih tersedia, kecuali ukuran 500 gram yang habis terjual. (viva.co.id)

Orang Singapura Cepat Kaya, Ini Rahasianya

DETAKinfo - Pada survei yang dilakukan oleh Barclays Bank, yang dirilis pekan lalu, terungkap bahwa kekayaan warga Singapura meningkat paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Sebagaimana dikutip dari Forbes, Selasa (9/7/2013), survei tersebut dilakukan dengan melibatkan perseorangan dengan kekayaan individu minimal 1,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 15 miliar. Jumlah responden yang terlibat dalam survei ini mencapai 2.000 orang yang tersebar di seluruh dunia.

Hasil yang paling menonjol dari survei itu adalah kekayaan warga Singapura naik paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Rata-rata orang Singapura hanya butuh waktu 10 tahun untuk menjadi orang dengan kekayaan setidaknya Rp 15 miliar.

Meskipun krisis keuangan melanda berbagai negara di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, hal itu tak banyak memengaruhi laju kenaikan kekayaan orang Singapura, yang dalam hal ini naik hingga 50 persen.

Kenaikan tersebut juga erat hubungannya dengan menguatnya bursa saham Singapura. Indeks Straits Times yang naik dua kali lipat pada periode 2008-2013 membuat kekayaan warga negara ini juga melejit. Namun, kondisi tersebut juga membuat sebagian besar kekayaan warga Singapura selalu dibayangi fluktuasi dari lantai bursa.

Dari survei itu, salah satu yang menarik untuk disimak adalah bagaimana orang Singapura membagi uangnya, yang membuat mereka begitu cepat kaya.

Tabungan dan investasi. Ternyata, orang Singapura begitu memprioritaskan untuk menabung dan berinvestasi. Dari seluruh kekayaan yang dimilikinya, sebanyak 61 persen dimasukkan ke bank maupun diinvestasikan ke instrumen pasar modal. Porsi tersebut di bawah alokasi penduduk Hongkong, yang menyisihkan 66 persen kekayaannya untuk ditabung dan diinvestasikan, sedangkan warga China daratan mengalokasikan 58 persen.

"Traveling" dan kegiatan amal. Orang Singapura adalah warga yang selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas. Berjalan selalu terburu-buru menjadi pemandangan yang biasa di setiap sudut negara kecil itu. Namun, di balik kesibukannya itu, warga Singapura adalah orang yang senang bepergian dan menghabiskan waktu luang.

Di sisi lain, mereka juga senang menyisihkan sebagian kekayaan untuk kegiatan sosial kendati mereka identik dengan orang yang money oriented. Untuk keperluan berwisata dan mendukung kegiatan amal, orang Singapura menyisihkan 16 persen dari kekayaan mereka.

Mobil dan perhiasan. Dari survei Barclays, diketahui, ternyata orang Singapura tak begitu terobsesi untuk membeli mobil, perhiasan, maupun benda-benda untuk dikoleksi sehingga untuk pos ini, rata-rata orang Singapura hanya mengalokasikan 7 persen dari kekayaannya.

Kondisi ini berbeda dengan warga India yang sangat gemar membeli mobil dan perhiasan sehingga alokasi dana untuk pembelanjaan ini mencapai 17 persen.

Obsesi. Di sisi lain, survei itu juga mengungkapkan cita-cita orang Singapura dengan harta yang mereka miliki itu. Ini agak mengejutkan lantaran orang Singapura sangat ingin melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Bahkan, karena itu, mereka punya cita-cita untuk memberikan 50 persen kekayaannya untuk lembaga amal dan 13 persen diwariskan kepada keturunannya. (kompas.com)

Dahlan targetkan 5.000 mobil listrik terjual tahun depan

DETAKinfo - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menargetkan 5.000 unit mobil listrik terjual tahun depan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat semakin mengenal mobil listrik produksi Tanah Air yang relatif lebih ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Tahun depan harus 5.000 mobil listrik bisa terjual," kata Dahlan di Pabrik PT Nipress Tbk di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/7).

Dahlan mengatakan, perusahaan BUMN tidak akan turut campur dalam produksi mobil listrik ini. Produksi secara massal akan diserahkan kepada pihak swasta melalui mekanisme tender.

"BUMN tidak akan memproduksi ini, biarlah perusahaan lain produksi. Nanti tinggal proses tendernya saja bagaimana," kata Dahlan.

Dahlan optimis angka penjualan 5.000 unit mobil listrik bisa tercapai. Pasalnya, biaya operasional mobil listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sehingga dapat menarik minat masyarakat. Untuk kondisi macet saja, mobil listrik dan mobil ber-BBM sudah berbeda dalam hal konsumsi energi.

Direktur Utama PLN Nur Pamuji menambahkan, saat kondisi macet atau diam, mobil listrik tidak mengonsumsi listrik. Sedangkan mobil ber-BBM dengan kondisi yang sama, tetap mengonsumsi BBM. "Justru kalau saat macet, mobil listrik itu konsumsi listriknya 0," imbuh Nur. (merdeka.com)

Jakarta, Pasar Properti Paling Top di Asia

Jakarta  – Di tengah suramnya perekonomian dunia pasar properti Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat. Lima belas tahun setelah krisis moneter, Jakarta saat ini dianggap sebagai salah satu pasar properti terpanas di Asia.

Berdasarkan konsultan properti Knight Frank, harga kondominium di pusat kota Jakarta naik sekitar 12% sejak paruh kedua 2011, dan lebih dari 50% sejak akhir 2008. Pasar perkantoran di ibukota juga menunjukkan tingkat okupansi yang tinggi dengan 98,1%, dibanding 92% di Singapura dan 85% di Malaysia, berdasarkan laporan firma properti Jones Lang Lasalle.

Sejumlah developer sedang mengerjakan projek-projek baru, yang dinilai terbesar yang pernah ada di Jakarta. Salah satunya termasuk Signature Tower, gedung bertingkat 111 yang dikembangkan oleh PT Grahamas Adisentosa, anak usaha grup Artha Graha, milik Tomy Winata. Gedung tersebut diestimasikan memakan biaya $2 milyar, dan akan menjadi gedung tertinggi kelima di dunia.

Tren positif properti ini juga meluas ke pasar Indonesia lainnya, termasuk di pulau Bali, yang identik sebagai tempat wisata. Pakar properti mengatakan adanya kenaikan sebesar 50% di Seminyak, daerah turis yang dipenuhi bar, hotel dan mal baru.

Developer juga mulai melihat kota-kota lapis kedua, dimana naiknya harga komoditas mendorong meningkatnya pemasukan. PT Lippo Karawaci, dibawah pimpinan Michael Riady, September lalu mengumumkan rencananya membangun 13 mal baru termasuk di Bali, Medan dan Surabaya.

Tingginya antusiasme ini sangat bertolakbelakang jika dibandingkan dengan 10 tahun lalu. Saat itu, banyak orang pindah dari Jakarta, pembangunan gedung-gedung sempat terhambat dan okupansi perkantoran hanya 70%. Hal-hal ini sebagai dampak dari sulitnya negara-negara Asia Tenggara untuk pulih dari krisis ekonomi.

Positifnya dunia properti ini juga menunjukkan kebangkitan dari derita yang diakibatkan oleh krisis keuangan global pada tahun 2008-2009, waktu dimana laju pasar properti sempat melambat drastis, sebelum menunjukkan rebound tahun 2010 dan seterusnya.

Beberapa analis memperkirakan bahwa Indonesia akan terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Namun sangat mungkin bahwa peningkatan harga residensial dan harga sewa bisa melambat, terutama jika permintaan China atas komoditas utama Indonesia tidak segera menunjukkan rebound.

Saat ini, berbagai developer akan maju dengan rencana memperbanyak perkantoran dalam waktu 5 tahun ke depan. Jumlah ini hampir dua kali lebih banyak dibanding masa sebelum krisis tahun 1997-1998. Mereka juga mengencangkan pembangunan kondominium, hotel dan pusat perbelanjaan.

Salah satu proyek termewah adalah Ciputra World, yang terletak di daerah Kuningan. Dibangun oleh PT Ciputra Property Tbk, projek tersebut mencakup mal, Raffles Hotel dan W Hotel, kondominium, gedung perkantoran dan bahkan Ciputra Art Museum.

Sementara itu, Grup Lippo sedang mengerjakan projek St. Moritz, dibangun di atas tanah seluas 11,4 hektar, yang di dalamnya termasuk apartemen mewah St. Moritz Penthouse & Residences, chapel pernikahan, sekolah internasional, gedung perkantoran dan spa. Satu tower kelas presidential suite yang dibuka Mei tahun ini menawarkan unit yang dilengkapi taman dan kolam jacuzzi yang menghadap langit.

The Signature Tower rencananya akan memiliki hotel bintang enam dengan 300 kamar, perkantoran tipe Grade A dan fasilitas eksibisi dan konferensi.

Sejumlah analis properti memprediksikan bahwa the Signature Tower – yang seharusnya mulai dibangun akhir tahun ini – kemungkinan akan dibatalkan, sama seperti projek Nakheel Harbour and Tower di Dubai yang batal dibangun tahun 2010 terkait krisis global.

Namun ada juga beberapa investor properti yang percaya bahwa sekarang adalah momen tepat bagi Indonesia untuk maju dengan proyek-proyek yang bisa menarik perhatian internasional, terutama mereka yang berlokasi prima seperti the Singature Tower, yang terletak di kawasan SCBD Sudirman.

“[Pada developer] sudah berusaha membangun gedung tersebut sejak tahun 1990an, dan suplai akan sangat besar,” kata Fakky Ismail Hidayat, Senior Associate Director Knight Frank Indonesia, yang sebelumnya sudah pernah bekerja dengan developer the Signature Tower beberapa tahun lalu. “Namun prospeknya masih bagus.”

Banyak perusahaan asing yang mencoba memperluas operasi mereka di Indonesia, meskipun dunia sedang dilanda ketidakpastian ekonomi. Google Inc. baru-baru ini membuka kantor di Jakarta, sementara Air Asia, milik Tony Fernandes, memindahkan markas regional dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Survei terbaru dari Kamar Dagang AS di Indonesia melaporkan 25% dari perusahaan Amerika berencana untuk memperluas operasi mereka di Indonesia, dibanding Singapura yang hanya 4%, mengingat biaya Jakarta yang relatif lebih murah dibanding kota lainnya.

Meskipun masih tergolong rendah dibanding kota-kota Asia lainnya, harga sewa perkantoran tipe Grade A melonjak menjadi Rp 175,000 per meter persegi, dibanding Rp 100,000 pada akhir 2010. Sementara, kondominium kelas menengah – yang dijual seharga 10 sampai 15 juta rupiah per meter persegi – terjual dengan cepat, dengan berbagai developer akan menyumbang lebih dari 6.000 unit baru tahun ini.

 
Sumber : indonesia.wsj.com


Presiden: Lupakan Orientasi Ekonomi Berbasis Ekspor

detakinfo - Dalam pembukaan rapat pimpinan nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta, Selasa (2/10), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa hampir seluruh negara di dunia sedang berhemat, termasuk mengurangi kegiatan impor mereka, sehingga saat ini Indonesia harus menerima kenyataan tersebut dan tidak terlalu berorientasi pada ekspor.

Dengan terjadinya krisis di banyak negara, ujar Presiden Yudhoyono, pelajaran yang harus kita petik adalah penguatan ekonomi domestik.

“Strategi orientasi ekspor saya anggap tidak tepat untuk negara kita karena pertumbuhan di Indonesia bukan hanya bergantung pada ekspor, tapi harus bergantung pada kontributor lain yang justru memiliki potensi yang besar, misalnya investasi, konsumsi domestic dan sebagainya,” ujar Presiden.

“Mari kita bangun daya saing, ketahanan ekonomi dan industri yang lebih maju. Kalau ini bisa kita lakukan, di tahun-tahun mendatang, lima, 10, 15 tahun ke depan menghadapi gejolak dan  krisis perekonomian global apapun kita tidak perlu takut.”

Sebelumnya, pemerintah mengandalkan kegiatan ekspor sebagai penopang pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi angka pengagguran. Tahun ini pemerintah menargetkan pendapatan negara melalui eskpor sebesar US$203 miliar dan akan naik tahun depan menjadi sebesar $220 miliar.

Sementara itu, menurut Ketua Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, dibutuhkan pemerataan kegiatan ekonomi hingga di daerah agar ekonomi dalam negeri tumbuh. Ia meminta kepada pemerintah dan pengusaha nasional agar kebijakan yang berlaku juga berpihak kepada pengusaha daerah.

“Mohon agar proyek-proyek APBN dan APBD dengan nilai kurang dari Rp 20 miliar diprioritaskan kepada pengusaha daerah untuk menjalin kemitraan dengan pengusaha nasional,” ujar Suryo.

“Menyangkut masalah subsidi BBM, Kadin berharap dengan berkurangnya beban APBN untuk subsidi BBM, penghematan dapat dialokasikan kepada daerah untuk pembangunan infrastruktur. Kadin akan sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah mengurangi bahkan kalau perlu meniadakan sama sekali subsidi BBM.”

Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Tengah, Nur Achmad Affandi, mengeluh karena sampai saat ini masih terjadi keterbatasan kesempatan pengusaha daerah dalam mengembangkan usaha.

“[Kurangnya] akses terhadap sumber modal dan peluang kerja. APBN dan APBD rata-rata dikuasai oleh BUMN. Mereka bermitra dengan [pengusaha] daerah, tetapi ya hanya menjadi sub kontraktor,” ujar Affandi.

“Industri juga masih dikuasai oleh orang-orang Jakarta yang ada di daerah sehingga keuntungan usaha itu otomatis dibawa ke Jakarta. Beda kalau investasi dilakukan oleh orang daerah maka berapapun keuntungannya akan menjadi reinvestasi di daerah.” (VOA indonesia)
 

Video Clip