Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

Galeri Foto

Video

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

BI: Properti tidak lagi barang primer, tetapi investasi

DETAK - Bank Indonesia (BI) menyimpulkan bahwa tujuan masyarakat dalam membeli properti bukan lagi sebagai tempat tinggal, melainkan komoditas investasi. Ini menjadi salah satu pertimbangan BI mengetatkan aturan rasio pinjaman terhadap aset (LTV) bagi kredit rumah kedua dan seterusnya.

"Sekarang properti sudah menjadi barang investasi, bukan lagi kebutuhan primer. Survey kami menunjukkan properti yang dimiliki bukan untuk ditempati," tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah, di Jakarta, Minggu (21/7).

Hal lain yang menjadi dasar pertimbangan BI memperketat aturan LTV adalah potensi KPR yang dapat digunakan sebagai agunan oleh nasabah untuk mendapatkan kredit properti yang lain. Selain itu, kesenjangan harga yang cukup besar antara properti untuk segmen menengah ke atas dengan properti untuk segmen menengah ke bawah.

"Kita konsen dengan harga property, khususnya property yang dianggunkan, ini bahkan sekarang dapat mendapatkan kredit yang nilai propertinya diatas valuenya. Kalau dilakukan terus ini perbankan akan terkena," jelasnya.

Berdasarkan data BI, sejak 2011, KPR untuk tipe rumah 22 m2 ke bawah bertumbuh negatif. Sementara Kredit rumah diatas 70 m2 terus tumbuh. Bahkan, kredit apartemen tumbuh hingga 111 persen.
Di negara seperti Singapura, Hong Kong dan China, kepemilikan properti kedua, dan seterusnya sudah diatur oleh otoritas yang berwenang demi mencegah gelembung (buble) properti. (merdeka.com)

Di 25 Perusahaan Ini, Karir & Kehidupan Pribadi Pekerja Seimbang

DETAK - Sebagai seorang pekerja, apakah Anda mencoba berlaku seimbang antara karir dan kehidupan pribadi. Jika jawabannya iya, Anda tidak sendirian.

Glassdoor, sebuah komunitas pekerja dan masyarakat sosial berbagi informasi tentang perusahaan tempat mereka bekerja. Komunitas ini baru saja merilis daftar 25 perusahaan yang memberikan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan tahunan.

Laporan ini sepenuhnya berasal pada tanggapan karyawan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pertimbangan pemberian peringkat, setiap perusahaan harus menerima setidaknya 50 ulasan keseimbangan yang diberikan kepada pekerjanya kurun 2 Juli 2012 dan 1 Juli 2013.

Juru bicara Glassdoor Samantha Zupan seperti mengutip laman Forbes, Sabtu (20/7/2013), menyebutkan definisi keseimbangan kerja dan kehidupan berbeda-beda.
"Sebagai contoh, apa keseimbangan kehidupan kerja berarti satu orang muda dibandingkan dengan orang tua dengan dua anak muda bisa sangat berbeda. Namun saya pikir kata kunci yang sering dapat digunakan ketika mencoba untuk menentukan faktor kerja adalah fleksibilitas," ujar dia.
Banyak perusahaan yang membuat daftar tahunan dan menawarkannya kepada karyawan mereka, seperti jadwal kerja yang fleksibel, atau fasilitas menarik lainnya.
"Selain itu, kami melihat banyak perusahaan yang menawarkan kemudahan akses ke makanan dan fasilitas kebugaran, yang juga menonjol beberapa perusahaan dalam daftar memberikan dukungan kepemimpinan terhadap keseimbangan kehidupan kerja," tuturnya.

Secara total, ada 7 perusahaan telah masuk dalam daftar teratas, sejak didirikan pada 2011, termasuk SAS Institute. Perusahaan analisis pengembang perangkat lunak berbasis di Carolina Utara ini masuk pada peringkat ketiga pada tahun 2011, keempat tahun 2012, dan tersangkut posisi teratas tahun ini.

"SAS Institute secara konsisten telah menjadi perusahaan teratas yang memberikan keseimbangan antara kehidupan dan kerja. Karyawan berbicara positif tentang jadwal yang fleksibel kerja, kerja 35 jam per minggu, dan pemahaman manajer," tutur Zupan.

SAS memperoleh rating 4,5 dari 5, menjadikannya perusahaan nomor 1 pemberi keseimbangan kehidupan kerja di tahun ini. National Instruments menempati posisi kedua dengan rating 4,3 seperti tahun lalu.

Seorang karyawan di kantor pusat Texas yang mengatakan: "Saya membuat jam sendiri, tidak bekerja lebih dari 40 jam seminggu, dan kadang-kadang dapat bekerja dari rumah bila diperlukan," ujar dia.

Posisi ketiga dipegang Slalom Consulting. Perusahaan konsultan teknologi memperoleh skor 4,1 dari 5 dari pekerjanya.
"Ketika datang keseimbangan kehidupan kerja di Slalom Consulting, yang berkantor pusat di Seattle, Washington, karyawan berbicara tentang pengelolaan waktu kerja (biasanya bekerja 40 sampai 45 jam seminggu), bekerja di kantor ini dinilai ramah dan memiliki jadwal kerja yang fleksibel," tutur dia.
Nama-nama besar lainnya, seperti AOL dengan rating (4,0), Yahoo! (4,0), MasterCard (3,9), dan Shell (3,9). Keempat perusahaan ini membuat debut mereka pada daftar tahun ini. Zupan mengaku terkejut melihat raksasa internet Yahoo masuk pada daftar tahun ini.
"Meskipun semua kegemparan publik atas keputusan Marissa Mayer untuk melarang telecommuting awal tahun ini, tampaknya karyawan masih merasa pekerjaan mereka menawarkan fleksibilitas dan fasilitas yang besar," tutur dia.
Berikut daftar lengkap perusahaan yang mampu memberikan keseimbangan antara karir dan kehidupan pribadi bagi pekerjanya, yakni:
1. SAS, dengan rating 4,5
2. National Instruments, dengan rating 4,3
3. Slalom Consulting, dengan rating 4,1
4. MITRE, dengan rating 4,1
5. Orbitz, dengan rating 4,1
6. Scottrade, denganrating 4,1
7. Mentor Graphics, dengan rating 4,1
8. FactSet dengan rating 4,1
9. Agilent Technologies dengan rating 4,1
10. Nokia dengan rating 4,1
11. MathWorks dengan rating 4,1
12. AutoDesk dengan rating 4,0
13. AOL dengan rating 4,0
14. CITRIX dengan rating 4,0
15. GlobalLogic rating 4,0
16. Yahoo! dengan rating 4,0
17. Tieto dengan rating 4,0
18. MasterCard dengan rating 3,9
19.Morningstar dengan rating 3,9
20. Shell dengan rating 3,9
21. Bosch dengan rating 3,9
22. Chevron dengan rating 3,9
23. REI dengan rating 3,9
24 STMicroelectronics dengan rating 3,9
25. NetApp dengan rating 3,9.
(liputan6.com)

Yakuza Menyerang Ekonomi Indonesia?

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Yakuza (gangster Jepang) kini sudah menginvasi Indonesia. Tujuannya hanya satu, yaitu mencari uang secepat mungkin dengan cara apa pun dan kembali membawanya ke Jepang.

Yakuza secara harfiah berarti 8-9-3, suatu kombinasi angka terburuk dalam permainan kartu hanafuda. Namun, Yakuza di sini berarti istilah tradisional untuk menyebut gangster Jepang.

Dilihat dari sejarahnya, Yakuza berasal dari zaman Tokugawa atau zaman Edo (1603-1868). Saat itu, ada 500.000 samurai yang menganggur dan tidak ada pekerjaan yang cukup untuk mendukung jumlah mereka.
Banyak dari samurai ini bergabung dengan kelas pedagang (tekiya). Namun, mereka yang tidak bergabung lalu menjadi samurai tak bertuan atau tunawisma (ronin) serta harus menemukan cara lain untuk mendukung kehidupannya.

Mereka banyak beralih ke metode sebagai penjudi (bakuto) hingga pencurian dan kriminal untuk mendukung kehidupan diri mereka sendiri. Pada hakikatnya, mereka berusaha kuat mencari penghasilan untuk melindungi dan memberi penghidupan bagi kesejahteraan keluarga mereka dan kota.
Lalu, bagaimana Yakuza bisa masuk ke Indonesia? Richard Susilo, penulis buku Yakuza Indonesia, menjelaskan, Yakuza menginvestasikan uangnya ke instrumen saham, pasar uang, hingga properti di Indonesia.

Atau bisa saja masuk ke deposito di perbankan Tanah Air karena bunga deposito di perbankan Jepang hanya memberikan imbal hasil paling tinggi 1 persen per tahun.


"Hasil perputaran uang tentu masuk ke bank di Indonesia, sementara saja. Tujuan akhir dijadikan yen dan kembali dibawa pulang ke Jepang," kata Richard saat peluncuran bukunya di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Richard menambahkan, Yakuza tentu saja mendapatkan uang tersebut dari pemerasan, uang pembunuhan, uang judi, dan sebagainya. Misalnya, mereka membawa satu juta yen Jepang. Ini berarti mereka sudah membawa uang Rp 100 juta.

Mereka membawa uang ini secara tunai dan bukan melalui rekening di tabungan mereka masing-masing. Sebab, Yakuza dilarang memiliki rekening tabungan di Jepang.

Setelah dirupiahkan, uang hasil tukar tersebut dimasukkan ke perbankan Tanah Air sehingga mendapatkan bunga tinggi, sambil mencari tahu investasi mana yang paling menguntungkan.

"Setelah diinvestasikan, terjadi perdagangan, uang menjadi 'bersih', ada bukti uang yang diperoleh nantinya merupakan hasil transaksi perdagangan dan bisnis. Bila ditransfer atau dibawa masuk ke Jepang, tidak ada masalah karena uang sudah jadi 'bersih' di Indonesia," tambahnya.

Masalahnya, aktivitas Yakuza di Indonesia tersebut membutuhkan "pelindung" transaksi. Misalnya, mencari aparat ataupun otoritas jasa keuangan sehingga Yakuza bisa aman dan tenang menjalankan transaksi di negara mana pun.

"Siapa saja welcome, asalkan dia yakin akan sangat banyak menguntungkan kalau bermitra dengan orang itu," tambahnya.

Lalu, apa indikasi Yakuza menyerang perekonomian Indonesia? Richard menjelaskan, saat Yakuza menginvestasikan dananya ke beberapa instrumen keuangan, seperti pasar uang, pasar modal, dan properti, maka indikator mudahnya adalah pasar modal Jakarta akan mendadak mencuat tinggi.

Berarti di sini ada arus dana asing masuk (capital inflow). Namun, beberapa saat, pasti ada masa bahwa pasar saham di Jakarta jeblok. Ini berarti uang mendadak hilang dari peredaran. Tentu saja, Yakuza melakukan spekulasi yang tujuan utamanya ingin mendapatkan keuntungan secepat mungkin.
"Transaksi pasar modal benar-benar dipermainkan. Demikian pula perputaran uang di masyarakat dan di pasar uang yang sangat fluktuatif," tambahnya.

Semua hal tersebut tentu saja akan membingungkan banyak pelaku pasar (modal dan uang). Tetapi, Richard menambahkan bahwa pelaku pasar modal dan pasar uang tentunya bisa mencium aroma ada sesuatu yang aneh di pasar keuangan tersebut. "Fluktuasi naik turun ekonomi dan finansial Indonesia tersebut akan mengacaukan perekonomian Indonesia secara makro," jelasnya. (kompas.com)

Bulan Depan, Bank Mandiri dan BTN Naikkan Bunga KPR

DETAKinfo - Setelah PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kini dua bank pemerintah yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang ingin menaikkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR). Rencananya, kenaikan bunga KPR ini akan berlaku Agustus mendatang.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pihaknya akan menaikkan bunga KPR khusus untuk pembiayaan baru mulai bulan depan. Sebab untuk pembiayaan yang lama akan tetap mengacu ke bunga KPR yang lama.

"Rencananya, kita akan naikkan bunga KPR untuk kredit baru per Agustus 2013 sebesar 0,25-0,5 persen. Ini untuk yang menengah atas, yang luasnya 70 m2 ke atas," kata Maryono kepada Kompas.com saat ditemui di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (18/7/2013) malam.

Alasan Maryono menaikkan bunga KPR tersebut adalah mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan BI (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 6,5 persen mulai Juli 2013. Dengan kenaikan BI rate tersebut, Maryono memerkirakan suku bunga dana juga akan meningkat. Alhasil, perbankan akan berlomba-lomba mencari dana murah dari masyarakat dan memberikan imbal hasil yang tinggi bagi masyarakat.

Sehingga nantinya, bank akan leluasa mendapatkan dana murah dan siap disalurkan menjadi kredit jangka panjang. "Saat ini bunga KPR kami masih 6,5 persen, jadi nanti akan naik menjadi sekitar 7 persen. Kami optimis bisa lebih kompetitif dibanding bank lain," jelasnya.

Senada dengan BTN, bagi Bank Mandiri juga akan menerapkan hal serupa. Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya juga berencana menaikkan bunga KPR sebagai antisipasi kebijakan BI dalam menaikkan BI rate.

"Memang ini belum final, masih dibahas, rencananya mulai bulan depan, ya mungkin sekitar 0,5-0,75 persen kenaikan bunga KPR-nya," kata Budi.

Budi mengaku untuk bunga KPR ini cenderung lebih tinggi dibanding bank lain. Sebab, Bank Mandiri juga telah menerapkan suku bunga dana yang relatif tinggi dibanding bank lain. Alhasil, untuk bisa memperoleh keuntungan tinggi, maka pihaknya juga menerapkan bunga KPR sedikit lebih tinggi dibanding bank lain.
Pihaknya yakin dengan cara menggaet dana murah lebih banyak, sehingga pihaknya akan leluasa bisa menyalurkan kredit lainnya, termasuk KPR. "Jadi kita cari dana segede-gedenya dulu, kreditnya belakangan. Yang penting duit masuk dulu," jelasnya. (kompas.com)

Jalan Pantura Siap Dilewati Pemudik Mulai 25 Juli

DETAKinfo - Menjelang lebaran, pemerintah terus menggeber perbaikan jalan di sejumlah jalur mudik. Kementerian Pekerjaan Umum memastikan jalur Pantai Utara (Pantura) mulai siap dilewati pemudik pada 25 Juli 2013.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menolak kabar yang menyebutkan jalan sepanjang 60 kilometer (km) menuju daerah di Pulau Jawa rusak berat.

"Kemarin Pak Menteri Perhubungan (EE Mangindaan) melakukan perjalanan dari Jakarta ke Semarang. Saya tanya bagaimana jalannya, lalu dia bilang oke-oke saja, jadi tidak seperti yang selama ini dikesankan jalan sepanjang 60 km rusak berat," kata dia di Jakarta, Kamis (18/7/2013).

Djoko juga menampik kabar yang menyebutkan banyaknya lubang di sepanjang jalan di daerah Ciasem, Jawa Barat dengan panjang 20 km dan lebar 1,5 meter.

"Ternyata tidak ada (lubang) itu, dan setelah saya cek ke satker yang bekerja di sana via SMS, mereka mengatakan bahwa jalan tersebut siap untuk dilewati pada saat lebaran," tutur dia.

Dia memastikan, perbaikan dan penutupan lubang-lubang kecil di sejumlah jalan akan selesai dalam kurun waktu 2 sampai 3 hari. "Kesimpulannya, Pantura siap dipakai lebaran kurang lebih tanggal 25 Juli 2013. Kalau H-10 itu kan tanggal 28 Juli ini," papar dia.

Pantura, Djoko bilang, terdapat perbaikan jembatan yang tidak boleh ditunda dan harus segera diperbaiki. Terlebih untuk jalan yang usianya sudah habis.

"Kalau lifetime habis, kami langsung ganti dengan beton atau aspal. Tapi sekarang kami cenderung menggantinya dengan beton. Sebenarnya itu pekerjaan merekonstruksi jalan yang sudah habis usianya kemudian menjadi jalan yang lebih baik," terang dia. (liputan6.com)

Investasi Dana Sedekah Ala Ustad Yusuf Mansur

DETAKinfo - Percaya tidak, dengan bersedekah Anda bisa ikut berinvestasi dan mendulang pahal berkali-kali lipat? Selain itu, dengan bersedekah secara bersama-sama atau berjamaah, maka sesuatu yang mustahil dan sukar untuk diwujudkan akan menjadi kenyataan? Misalkan saja: membangun 10 pabrik sekaligus, mengakuisisi lahan, atau membeli bank swasta nasional. Bahkan, negara Indonesia juga bisa "dibeli" dengan cara bersedekah.

Anda percaya?

Hal yang sekilas tampak musykil itu yang kini yang ditawarkan Ustad Yusuf Mansur kepada para jemaahnya, khususnya, dan umat Islam pada umumnya.

Konsep "ajaib" ini dia introdusir dengan nama "Sedekah Produktif".  

Ustad Yusuf, seperti dikutip dari situsnya, Kamis 18 Juli 2013, mengungkapkan saat ini usaha patungan yang dirintisnya masih diperkokoh dari sisi legal, sistem, dan administrasinya, agar sesuai peraturan pemerintah. Namun begitu, dia sudah terus bergerak mengajak jemaah untuk ikut serta dalam gerakan dakwah ekonomi tersebut. Dia percaya bahwa dengan berjemaah, bersatu, bersama-sama, banyak hal kecil akan menjadi sesuatu yang besar. 

Sedekah Produktif, menurutnya, adalah sedekah yang tidak langsung habis dibagikan untuk fakir miskin, warga dhuafa, anak yatim, dan kaum lainnya yang selama ini menjadi target sedekah. Dana ini diputar dulu untuk berbagai kegiatan ekonomi. Tujuannya: untuk mengangkat lebih banyak mustahik jadi muzakki.

Lewat Sedekah Produktif, nilai dana bakal membesar, jauh lebih besar dari nilai dana sedekah awal. Ini karena dana itu digerakkan, diputar, dan diusahakan. 

"Asas Sedekah Produktif adalah prudent, safe, dan tentu saja sangat diusahakan dan diperhatikan agar tidak menabrak sesuatu atau sektor-sektor usaha yang dilarang agama dan negara," ujar Yusuf Mansur. "Kita jalan pelan-pelan. Dengan langkah kecil kita, insya Allah, Allah yang akan menyempurnakannya."

Dalam sistem yang digagasnya ini, ungkap Yusuf, jemaah dituntut untuk lebih ikhlas lagi bersedekah. Jika dalam patungan usaha ada bagi hasil dan pengembalian dana, dalam Sedekah Produktif tidak ada--meski dana tersebut terus digerakkan, digulirkan, diusahakan, dan kelak semakin membesar.

"Tapi jangan kuatir. Return (pahala) dari Allah pastinya akan jauh lebih besar, dan nggak ada yang mengalahkan. Sepuluh kali lipat, hingga 700 kali lipat, dan terus bertambah, nggak cuma sekali. Terus-terusan, hingga yaumil hisab nanti. Masya Allah, dah," katanya. 

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari dinyatakan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seorang hamba Allah bukan hanya akan dibalas dengan satu kebaikan. Karena kemurahan Allah, itu akan dibalas dengan 10 kebaikan, bahkan bisa berlipat hingga 700 kali. 

Yusuf memberikan contoh. Dengan dana sedekah Rp20 ribu, kita bisa membeli dua gelas air mineral dan beberapa botol air mineral berukuran kecil. Bayangkan, jika 10 juta orang bersedekah berjemaah, masing-masing Rp20 ribu. Jumlahnya akan menjadi Rp200 miliar.

Nah, apa yang bisa dilakukan dengan dana Rp200 miliar tersebut?

Banyak. Bisa bikin 10 pabrik air mineral besar di 10 kota besar, lengkap dengan armada truk, lahan, dan bangunan permanennya.

"Sekarang bayangkan kalau 10 juta orang bergabung secara bulanan, berarti satu tahun bisa terkumpul dana Rp2,4 triliun. Itu bisa bikin ratusan Bank Perkreditan Rakyat Syariah di ratusan kota, atau bisa masuk sebagai pemegang saham di salah satu bank swasta nasional. Keren, dah," sang ustad berpromosi.

Bukan hanya itu, menurutnya, dengan skema ini Yusuf hakulyakin bisa membeli perusahaan minyak dan gas, asuransi, stasiun televisi, kebun teh, lahan properti, hingga pesawat terbang. Karena itulah, visi misi dari program yang digagasnya ini dia sebut juga dengan gerakan "Membeli Ulang Indonesia".

Saran Dahlan

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ikut mengomentari usaha pengumpulan dana Sedekah Produktif Ustad Yusuf, yang saat ini dihentikan sementara itu.

Dahlan mengatakan dia paham bahwa niat Ustad Yusuf ini sebetulnya baik. Namun, dia mengingatkan agar nama sang ustad yang sudah baik tidak menjadi buruk bila di kemudian hari ada salah jalan.

"Yusuf Mansur ini ustad yang populer. Pengikut Twitter-nya ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan. Sebagai ustad, dia dipercaya," kata Dahlan saat ditemui di Jakarta, Kamis. "Yang mempercayai kebetulan banyak orang, sehingga uang yang dikumpulkan cukup banyak."

Yang jadi soal, kata Dahlan, Yusuf tidak langsung menyalurkan dana sedekah yang terkumpul itu, melainkan menginvestasikannya. Namun, para pemberi sedekah melalui sang ustad tidak serta-merta mendapatkan hasil investasinya. Karena sudah diikhlaskan si penyumbang, Ustad Yusuf tidak berkewajiban melaporkan kepada para pemberi sedekah.

Dahlan mengingatkan, menurut aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana investasi itu tetap harus didasarkan pada ketentuan yang berlaku, sehingga bisa dimonitor dan dikontrol pemerintah. Karena itu, Dahlan menyarankan Yusuf untuk membentuk sebuah non listed public company. "Jadi, dana sedekah itu masuk ke dalam investasi yang akan dimiliki publik," ujarnya.

Dahlan menyarankan agar investasi dana Sedekah Produktf, seharusnya ditargetkan pada area yang memiliki risiko kecil, tapi mempunyai imbal hasil yang lumayan besar. Dia juga menekankan bahwa investasi ini harus bermanfaat untuk umat.

Beli Bank Muamalat

Menteri Dahlan Iskan juga mengungkapkan bahwa Ustad Yusuf berniat membeli saham PT Bank Muamalat. Dalam diskusi dengan Dahlan, Ustad beranggapan bahwa bank syariah ini tidak sepenuhnya dimiliki investor dalam negeri. "Masa, kita negara dengan muslim terbesar, tapi tidak punya perbankan syariah sendiri," ungkap Dahlan.

Walaupun berstatus bank syariah, Dahlan melanjutkan, ternyata sebagian besar saham Bank Muamalat merupakan milik asing. Dengan uang sedekah yang terhimpun, Yusuf Mansur berencana membeli saham mayoritas.

"Namun, hal ini memang masih akan terkendala, apakah para pemilik saham di luar negeri mau untuk melepas saham mereka," ujarnya.

Dahlan pun mengaku mengusulkan ide lainnya, yakni dengan membeli saham PT Bank Mutiara Tbk. Bank yang dulunya bernama PT Bank Century Tbk itu sejak beberapa tahun terakhir ditawarkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk dijual. "Nantinya, bank ini akan dibeli dan diganti menjadi bank syariah," jelasnya.

Menanggapi rencana tersebut, Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara, ditemui di tempat terpisah mengaku tidak mengetahui rencana tersebut. "LPS tidak tahu, kan sudah lewat masa penyampaian surat minat," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis.

Seperti diketahui, pada saat ini, LPS melaksanakan proses penjualan saham Bank Mutiara yang telah ditutup pendaftarannya pada 1 Juli 2013 lalu.
LPS telah menargetkan proses divestasi Bank Mutiara usai sebelum 20 November tahun ini dan mulai menawarkan Bank Mutiara kepada investor lokal dan asing sejak 2010.

Tahun 2013, merupakan tahun terakhir penawaran Bank Mutiara sesuai harga penyelamatannya, senilai Rp6,7 triliun. Jika hingga akhir tahun ini Bank Mutiara tidak juga laku, bank tersebut akan dilepas secara lelang kepada penawar terbaik. (viva.co.id)

Harga Emas Global dan Domestik Turun

DETAKinfo - Harga emas berjangka ditutup lebih rendah pada bursa Rabu, waktu Amerika Serikat. Harga Emas gagal naik menembus level US$i.300 per ounce karena pasar menerima pernyataan Ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke, mengenai penegasan kebijakan moneter bank sentral yang tetap akomodatif terhadap perkembangan perekonomian.

Seperti diberitakan Marketwatch, Kamis 18 Juli 2013, harga emas untuk pengiriman Agustus turun US$12,90 (1 persen) sehingga berada di level US$1.277,50 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Emas berjangka menyetuh harga tinggi US$1.299,70 menjelang sesi tanya jawab sebelum kongres The Fed dimulai. Namun harga kemudian turun saat sesi tanya jawab dimulai karena dolar menguat.

Pernyataan Bernanke mengisyaratkan bahwa The Fed belum akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatifnya.

Analis mencermati bahwa harga emas turun karena banyak yang semakin percaya bahwa emas tidak akan lagi menjadi investasi yang menarik. Pelonggaran kuantitatif cenderung meningkatkan potensi inflasi dan emas dipandang sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.

Sementara itu, di dalam negeri, harga emas pada perdagangan hari ini, Kamis 18 Juli 2013, turun Rp2.000/gram. Harga emas batangan ukuran satu gram di PT Antam Tbk untuk wilayah DKI Jakarta kini berada di level Rp494.000. Harga emas Antam tidak bergerak dari posisi Rp496.000 sejak akhir pekan lalu.

Dikutip dari laman logammulia, harga emas ukuran 5 gram kini dijual pada Rp2.325.000. Ukuran 10 gram dihargai Rp4.600.000, 25 gram dijual Rp11.425.000, ukuran 100 gram dilepas Rp45.550.000, 250 gram dipatok Rp113.750.000, dan 500 gram seharga Rp227.300.000.

Harga beli kembali (buy back) emas Antam tetap Rp412.000 per gram. Emas untuk sejumlah ukuran itu masih tersedia, kecuali ukuran 500 gram yang habis terjual. (viva.co.id)

Orang Singapura Cepat Kaya, Ini Rahasianya

DETAKinfo - Pada survei yang dilakukan oleh Barclays Bank, yang dirilis pekan lalu, terungkap bahwa kekayaan warga Singapura meningkat paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Sebagaimana dikutip dari Forbes, Selasa (9/7/2013), survei tersebut dilakukan dengan melibatkan perseorangan dengan kekayaan individu minimal 1,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 15 miliar. Jumlah responden yang terlibat dalam survei ini mencapai 2.000 orang yang tersebar di seluruh dunia.

Hasil yang paling menonjol dari survei itu adalah kekayaan warga Singapura naik paling cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Rata-rata orang Singapura hanya butuh waktu 10 tahun untuk menjadi orang dengan kekayaan setidaknya Rp 15 miliar.

Meskipun krisis keuangan melanda berbagai negara di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, hal itu tak banyak memengaruhi laju kenaikan kekayaan orang Singapura, yang dalam hal ini naik hingga 50 persen.

Kenaikan tersebut juga erat hubungannya dengan menguatnya bursa saham Singapura. Indeks Straits Times yang naik dua kali lipat pada periode 2008-2013 membuat kekayaan warga negara ini juga melejit. Namun, kondisi tersebut juga membuat sebagian besar kekayaan warga Singapura selalu dibayangi fluktuasi dari lantai bursa.

Dari survei itu, salah satu yang menarik untuk disimak adalah bagaimana orang Singapura membagi uangnya, yang membuat mereka begitu cepat kaya.

Tabungan dan investasi. Ternyata, orang Singapura begitu memprioritaskan untuk menabung dan berinvestasi. Dari seluruh kekayaan yang dimilikinya, sebanyak 61 persen dimasukkan ke bank maupun diinvestasikan ke instrumen pasar modal. Porsi tersebut di bawah alokasi penduduk Hongkong, yang menyisihkan 66 persen kekayaannya untuk ditabung dan diinvestasikan, sedangkan warga China daratan mengalokasikan 58 persen.

"Traveling" dan kegiatan amal. Orang Singapura adalah warga yang selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas. Berjalan selalu terburu-buru menjadi pemandangan yang biasa di setiap sudut negara kecil itu. Namun, di balik kesibukannya itu, warga Singapura adalah orang yang senang bepergian dan menghabiskan waktu luang.

Di sisi lain, mereka juga senang menyisihkan sebagian kekayaan untuk kegiatan sosial kendati mereka identik dengan orang yang money oriented. Untuk keperluan berwisata dan mendukung kegiatan amal, orang Singapura menyisihkan 16 persen dari kekayaan mereka.

Mobil dan perhiasan. Dari survei Barclays, diketahui, ternyata orang Singapura tak begitu terobsesi untuk membeli mobil, perhiasan, maupun benda-benda untuk dikoleksi sehingga untuk pos ini, rata-rata orang Singapura hanya mengalokasikan 7 persen dari kekayaannya.

Kondisi ini berbeda dengan warga India yang sangat gemar membeli mobil dan perhiasan sehingga alokasi dana untuk pembelanjaan ini mencapai 17 persen.

Obsesi. Di sisi lain, survei itu juga mengungkapkan cita-cita orang Singapura dengan harta yang mereka miliki itu. Ini agak mengejutkan lantaran orang Singapura sangat ingin melakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Bahkan, karena itu, mereka punya cita-cita untuk memberikan 50 persen kekayaannya untuk lembaga amal dan 13 persen diwariskan kepada keturunannya. (kompas.com)

Daftar Perusahaan Terbesar di Indonesia Versi Fortune

DETAKinfo - Fortune Indonesia kembali merilis 100 perusahaan terbesar di Indonesia pada tahun 2012 yang terangkum dalam Fortune 100.

Peringkat Fortune 100 antara lain berdasarkan pendapatan perusahaan di sepanjang tahun 2012. Obyek Fortune 100 adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI hingga 18 April 2013 dan memiliki data kinerja keuangan lengkap.

Astra International (ASII) masih tetap menjadi perusahaan terbesar di Indonesia dengan pendapatan tahun 2012 mencapai Rp 188,053 triliun. Sementara PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) berada di posisi kedua dengan pendapatan Rp 77,143 triliun

Posisi ketiga adalah HM Sampoerna (HMSP) yang meraup Rp 66,143 triliun, meloncat dari posisi 6 dengan menggeser United Tractor (UNTR) yang harus puas tertendang di posisi 6 dengan pendapatan Rp 55,953 triliun.

Adapun posisi keempat ialah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang meraih Rp 58 triliun. Posisi tersebut bertukar tempat dengan Bank Mandiri (BMRI) yang harus puas di posisi lima dengan pendapatan Rp 56,917 triliun.

Di tahun keempat Fortune 100 ini, kinerja emiten di sektor properti dan real estat serta sektor perdagangan dan jasa cukup bersinar.

Vice President Head of Equity Research Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu, mengatakan, salah satu cemerlangnya kedua sektor tersebut adalah suku bunga yang rendah selama 2012.

Sepanjang tahun lalu, Bank Indonesia memang menahan BI Rate di posisi terendah sepanjang sejarah, yakni 5,75 persen. Ini membuat bunga kredit murah dan memicu rumah tangga untuk terus lebih banyak membelanjakan uangnya, sedangkan untuk pelaku usaha ini merupakan kesempatan melakukan ekspansi dengan bunga murah.  "Yang paling dekat dengan rumah tangga tentunya sektor retail, otomotif, dan perumahan. Sektor ini terdongkrak sehubungan dengan suku bunga rendah," ujarnya.

Hal tersebut membuat Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berhasil menyodok dari peringkat 27 ke peringkat 19. Begitu pula dengan Erajaya Swasembada  (ERAA) yang berhasil melompat tinggi dari posisi 68 ke 39. Erajaya juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi di antara 100 perusahaan terbesar di Indonesia dengan pertumbuhan sebesar 87 persen.

Namun, tahun lalu memang kurang bersahabat bagi sektor pertambangan dan pertanian karena turunnya harga komoditas. Di sektor pertanian dari empat emiten yang masuk dalam daftar Fortune 100, hanya dua perusahaan yang tumbuh, yakni Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) (no 37) dan Astra Agro Lestari Tbk  (AALI) (no 45).

Pada tahun 2013 ini, perusahaan harus menghadapi tantangan di dalam negeri karena perekonomian Tanah Air diprediksi melemah. "Jika ingin tetap berkibar, perusahaan-perusahaan harus mampu meramu strategi yang mumpuni," demikian Fortune Indonesia.

Berikut daftar 25 perusahaan terbesar (daftar lengkap silakan simak di Majalah Fortune edisi Khusus pada bulan Juli ini)        

                  Perusahaan                                      Pendapatan
1         ASTRA INTERNATIONAL                                                   Rp 188,053 triliun
2         TELEKOMUNIKASI INDONESIA (PERSERO)                  Rp  77,143 triliun
3         HM. SAMPOERNA                                                               Rp  66,626 triliun
4         BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO)                         Rp  58 triliun
5         BANK MANDIRI (PERSERO)                                             Rp  56,917 triliun
6         UNITED TRACTORS                                                           Rp  55,953 triliun
7         INDOFOOD SUKSES MAKMUR                                       Rp  50,059 triliun
8         GUDANG GARAM                                                               Rp  49,028 triliun
9         BUMI RESOURCES                                                             Rp  35,416 triliun
10       BANK CENTRAL ASIA                                                      Rp  35,188 triliun
11       ADARO ENERGY                                                                Rp  34,918 triliun
12       GARUDA INDONESIA  (PERSERO)                                  Rp  32,573 triliun
13       BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO)                       Rp  31,150 triliun
14       SMART                                                                                 Rp  27,526 triliun
15       UNILEVER INDONESIA                                                    Rp  27,303 triliun
16       PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO)                      Rp  24,168 triliun
17       BANK DANAMON INDONESIA                                       Rp  23,971 triliun
18       INDAH KIAT PULP & PAPER                                             Rp  23,621 triliun
19       SUMBER ALFARIA TRIJAYA                                             Rp  23,366 triliun
20       INDO TAMBANGRAYA MEGAH                                       Rp  22,878 triliun
21       INDOSAT                                                                             Rp  22,420 triliun
22       AKR CORPORINDO                                                           Rp  21,673 triliun
23       INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR                             Rp  21,574 triliun
24       BARITO PACIFIC                                                               Rp  21,528 triliun
25       CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL                               Rp  21,436 triliun

Sumber : kompas.com

Inilah 10 Perusahaan Terbesar di Dunia

DETAKinfo - Majalah Fortune kembali merilis daftar 500 perusahaan terbesar dunia alias Fortune Global 500. Pemeringkatan daftar ini didasarkan pada total pendapatan pada tahun fiskal yang berakhir sebelum 31 Maret 2013.
Royal Dutch Shell berhasil mempertahankan posisi pertamanya untuk dua tahun berturut-turut, menyisihkan perusahaan ternama lainnya.

Perusahaan asal Belanda ini mendulang pendapatan lebih dari 484 miliar dollar AS dan laba 30,9 miliar dollar AS. Meskipun mengalami beberapa masalah dalam proyek pengeboran, Shell terus memperoleh keuntungan dari berbagai asetnya, salah satunya adalah ladang Pearl di Qatar. Pendapatan Shell pada kuartal pertama tahun 2013 pun melampaui ekspektasi para analis.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan China mendominasi 10 besar perusahaan 500 Global Fortune. China menempatkan tiga perusahaannya di 10 peringkat teratas.

Adapun Pertamina menjadi satu-satunya dan perusahaan Indonesia pertama yang masuk dalam Fortune Global 500 pada urutan ke-122.

Berikut 10 Teratas Perusahaan Terbesar Dunia 2013
1. Royal Dutch Shell
2. Wal-Mart StoresPerusahaan ritel Amerika Serikat ini berhasil naik satu peringkat dari tahun lalu, menggeser Exxon Mobil. Pada tahun pembukuan 2012, Wal-Mart berhasil memperoleh pendapatan sebesar 469,162 miliar dollar AS dan laba mencapai 16,999 miliar dollar AS.
3. Exxon MobilPerusahaan minyak ini harus turun peringkat digeser Wal-Mart. Exxon Mobil meraup pendapatan 449,886 miliar dollar AS dengan laba 44,880 miliar dollar AS. Tahun 2012 Exxon Mobil berhasil memperoleh laba tahunan tertinggi ke-2 dalam sejarah AS. Di tahun mendatang, perusahaan ini berencana menurunkan produksi minyak dan gas alam sebanyak 1 persen dan fokus pada investasi terhadap ladang yang sulit dicapai.
4. Sinopec Group
Perusahaan migas terbesar di China ini berhasil naik satu peringkat ke urutan ke-4 dari tahun lalu. Sinopec Group mencatat pendapatan sebesar 428,167 miliar dollar AS dan laba mencapai 8,221 miliar dollar AS. Sinopec yang juga dikenal sebagai China Petroleum & Chemical Corp memperoleh peningkatan laba bersih sebesar 25 persen pada kuartal pertama di bulan April, mengalahkan kompetitornya, PetroChina.
5. China National Petroleum
Sama seperti Sinopec, perusahaan migas China ini juga berhasil naik satu peringkat ke urutan ke-5, dengan pendapatan mencapai 408,630 miliar dollar AS dan laba 18,196 dollar AS. Di tahun 2012, produksi minyak dan gas alamnya meningkat 2,8 persen menjadi 278 juta ton metrik, walaupun produksi luar negeri tidak memenuhi target perusahaan.
6. BP
Perusahaan minyak asal Inggris melorot dua peringkat dikalahkan oleh dua perusahaan minyak dari China. BP mencatat pendapatan 388,285 miliar dollar AS dan laba 11,582 miliar dollar AS. BP perlu meningkatkan 30 miliar dollar AS untuk membayar kerusakan akibat ledakan rig Deepwater Horizon tiga tahun lalu.
7. State Grid
Perusahaan milik Pemerintah China ini berada di urutan ke-7 dengan pendapatan sebesar 298,449 miliar dollar AS dan laba mencapai 12,318 miliar dollar AS. State Grid tetap menjadi distributor listrik terbesar di China, dengan distribusi mencapai 80 persen luas negara. Pada Mei tahun ini, State Grid mengumumkan kesepakatan double-barrel dengan Singapore Power yang akan membuatnya sebagai salah satu distributor listrik terbesar di Australia.
8. Toyota Motor
Perusahaan otomotif asal Jepang ini berhasil naik dua peringkat ke urutan ke-8 dengan pendapatan mencapai 265,702 miliar dollar AS dan laba 11,587 miliar dollar AS. Tahun 2013, Toyota berhasil merebut kembali titel produsen otomotif terbesar tahun 2012 setelah tahun sebelumnya direbut General Motors.
9. Volkswagen
Volkswagen naik tiga peringkat dibanding tahun lalu. Pendapatan Volkswagen tercatat mencapai 247,613 miliar dollar AS dan laba mencapai 27,909 miliar dollar AS. VW tetap fokus pada targetnya sebagai produsen otomotif terkemuka dunia pada tahun 2018.
10. Total
Perusahaan minyak Perancis ini berhasil naik satu peringkat dibandingkan tahun lalu. Total mencatat pendapatan sebesar 234,278 miliar dollar AS dan laba 13,743 miliar dollar AS. Total memperoleh peningkatan laba pada bulan-bulan akhir 2012, berkat tingginya harga minyak dan margin penyulingan yang lebih baik.
Sumber : kompas.com

Dahlan targetkan 5.000 mobil listrik terjual tahun depan

DETAKinfo - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menargetkan 5.000 unit mobil listrik terjual tahun depan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat semakin mengenal mobil listrik produksi Tanah Air yang relatif lebih ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Tahun depan harus 5.000 mobil listrik bisa terjual," kata Dahlan di Pabrik PT Nipress Tbk di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/7).

Dahlan mengatakan, perusahaan BUMN tidak akan turut campur dalam produksi mobil listrik ini. Produksi secara massal akan diserahkan kepada pihak swasta melalui mekanisme tender.

"BUMN tidak akan memproduksi ini, biarlah perusahaan lain produksi. Nanti tinggal proses tendernya saja bagaimana," kata Dahlan.

Dahlan optimis angka penjualan 5.000 unit mobil listrik bisa tercapai. Pasalnya, biaya operasional mobil listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sehingga dapat menarik minat masyarakat. Untuk kondisi macet saja, mobil listrik dan mobil ber-BBM sudah berbeda dalam hal konsumsi energi.

Direktur Utama PLN Nur Pamuji menambahkan, saat kondisi macet atau diam, mobil listrik tidak mengonsumsi listrik. Sedangkan mobil ber-BBM dengan kondisi yang sama, tetap mengonsumsi BBM. "Justru kalau saat macet, mobil listrik itu konsumsi listriknya 0," imbuh Nur. (merdeka.com)

Harga Kartu Perdana Jadi Rp100 Ribu, Apa Dampaknya

detakinfo  - Di akhir era 90-an, telepon seluler atau ponsel mulai menjamur di Tanah Air. Namun, harganya masih membubung tinggi. Begitu juga kartu perdana SIM yang dijual, masih berkisar Rp100-200 ribu, bahkan sampai Rp500 ribu.

Ponsel pun dianggap barang mewah. Sejak saat itu, pemerintah bercita-cita agar layanan telekomunikasi seluler juga bisa dinikmati masyarakat menengah bawah. Penetrasi seluler ditingkatkan. Dimulai dari membangun menara-menara BTS pemancar sinyal di pelosok-pelosok.

Lalu tarif pulsa untuk telepon dan SMS berangsur murah. Disusul pilihan perangkat ponsel yang semakin variatif dan terjangkau. Dari satu kartu, sampai satu ponsel menampung dua-tiga kartu.

Hari ini, nyaris semua orang memegang ponsel. Bahkan, satu pelanggan memegang dua-tiga nomor sudah lumrah. Tak heran kalau kartu perdana yang beredar di Indonesia tembus 270 juta nomor, menurut catatan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia).

Sayangnya, situasi ini kembali dibuat sulit oleh mereka yang usil. Yaitu mereka yang sering mengirimkan pesan SMS spam alias SMS iklan ke layar ponsel Anda.

Tentu Anda pernah menemuinya. Atau mungkin pernah berang karena tidak henti-hentinya dikirimi SMS sampah. Mulai dari tawaran kartu kredit, pinjaman tanpa agunan, jual pulsa, pengumuman pemenang kuis, dan semacamnya. Keluh kesah pelanggan mulai membanjiri outlet-outlet customer service di berbagai operator seluler.

Isu inilah yang melatarbelakangi usul BRTI agar harga kartu SIM perdana (SIM card) dinaikkan menjadi minimal Rp100 ribu per kartu, dari yang biasanya Rp2.000-5.000 per kartu.

Menurut Nonot Harsono, Komisioner BRTI, dengan harga yang relatif mahal, penyebaran kartu SIM bisa ditekan dan membuat jumlah pelanggan terlihat lebih faktual.

"Jadi, orang nanti akan semakin sayang dengan nomor yang dimiliki. Tujuannya, membuat satu orang mempunyai satu nomor saja," kata Nonot, saat ditemui di Jakarta, 9 Juli 2013.

Soal hitungan harga tersebut, menurut Nonot sudah dipertimbangkan secara matang, yaitu daya beli masyarakat. Ia mengatakan, harga itu juga mempertimbangkan proporsi harga ponsel terjangkau yang beredar di pasaran.

"Ponsel low-end saja Rp300 ribuan. Kalau harga kartu perdananya sepertiga harga ponsel, masih masuk akal," imbuhnya.

Segera diuji publik

Saat ini, usulan harga kartu SIM dinaikkan menjadi minimal Rp100 ribu per kartu akan segera dirapatkan oleh jajaran eselon 1 Kementerian Komunikasi dan Informatika. Nonot mengatakan proses perumusan usulan di BRTI sudah selesai. "Tinggal penetapannya oleh Menteri, dengan meminta pertimbangan dari stafnya setelah dirapatkan," ujarnya kepada VIVAnews, hari ini, Rabu 10 Juli 2013.

Usulan BRTI itu termuat pada draft revisi Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi No. 23 tahun 2005, yang segera diuji publik.

Keputusan Menteri dijadwalkan akan keluar Selasa mendatang, 16 Juli 2013. Jika tepat waktu, RPM itu bisa langsung diuji publik.

Bagaimana prosesnya?

Ketika uji publik, masyarakat dipersilakan memberi masukan atau usulan tentang patokan harga kartu perdana yang baru.

Sejauh ini, pada beberapa kali siaran on air di radio, Nonot mengatakan mayoritas masyarakat sangat mendukung usulan lembaganya. Bahkan, banyak yang menginginkan agar harganya dipatok benar-benar mahal.

"Rata-rata malah minta jadi Rp500 ribu, seperti jaman dulu. Ada juga yang mengaku dulu pernah beli kartu SIM Rp900 ribu, dan merasa puas. Katanya lebih tertib, tidak ada yang ngawur pemakaiannya," Nonot menjelaskan.

Menurutnya, masyarakat sangat mendukung lantaran gemas dengan pesan-pesan spam yang meneror mereka sehari-hari.

"Simpel saja. Usulan ini untuk memberi dampak psikologis. Supaya orang tidak sembarangan membeli dan membuang nomor," kata Nonot.

Efektif?

Tapi lalu muncul pertanyaan, apakah usulan ini benar-benar efektif bisa menghentikan teror SMS spam?

Nonot menjelaskan, peranti lunak yang menyebarkan SMS spam membutuhkan kartu SIM. Jika harganya mahal, tentu modalnya akan besar. Kementarian Kominfo pun jadi lebih mudah melacak siapa pelakunya.

"Jika RPM ini lolos, nantinya yang beli kartu perdana SIM harus registrasi, harus divalidasi tempat di mana ia beli kartu perdana. Dan, para pengecer kartu perdana harus mencatat nomor KTP lalu didaftarkan," kata Nonot.

Dengan demikian, lanjut dia, apabila suatu saat terjadi kejahatan, pelaku akan mudah dilacak dan ditemukan. "Misalnya, ditemukan data registrasi pelanggan palsu, penjual atau agen pengecer bisa turut terlibat," ujar Nonot.

Dari sisi operator, usulan ini akan mendukung program e-money atau pembelanjaan dengan pulsa. Di masa depan, e-money akan menjadi virtual banking, membantu branchless banking.

"Penetrasi bank saat ini hanya 40 persen, sementara 60 persennya tak terjangkau bank. Nah, nanti dengan sarana ponsel, industri telekomunikasi dan bank bisa bersama-sama menggarap virtual banking," ujar Nonot.

Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo menyambut baik usulan BRTI untuk mengatasi teror pesan spam di kalangan pelanggan seluler. "Tapi masih perlu dikaji lagi. Jangan sampai menimbulkan biaya sosial yang tinggi. Angka Rp100 ribu masih perlu dicari alasan ekonominya," ungkap Gatot pada VIVAnews.

Tanggapan operator

Menanggapi wacana usulan BRTI yang akan menaikkan harga kartu perdana menjadi Rp100 ribu, Adita Irawati, Head of Corporate Communication Telkomsel mengatakan, hal itu masih perlu dikaji lagi.

"Ada juga yang perlu diperhatikan pemerintah, mulai dari daya beli masyarakat sampai menurunnya jumlah pelanggan," tutur Adita, pada VIVAnews. "Saat ini, SIM card yang beredar di pasar kan harganya sangat murah dan sesuai dengan daya beli masyarakat."

Dia menjelaskan rencana kenaikan harga kartu perdana bisa dilihat dari dua aspek. Pertama, apakah harga yang menjadi Rp100 ribu akan berpengaruh terhadap penurunan jumlah pengguna. Kedua, dengan harga kartu yang mahal, memang ada keuntungan yang didapat.

"Kita akan memiliki pelanggan yang terseleksi, yang membeli SIM card sesuai dengan kebutuhannya. Meski mahal, volume pelanggan tidak naik, tapi punya konsumen yang setia," kata Adita.

Dia pun tak memungkiri saat ini SIM card yang laris di pasaran adalah yang berjenis prabayar. Mengapa? Karena harganya murah, mudah digunakan, dan banyak pilihan bonus.
"Jadi, banyak orang yang membeli SIM card karena bonus, dan kalau habis masa aktifnya, tinggal membeli SIM card baru lagi," dia menjelaskan.

Dia memaparkan, dari 250 juta pengguna kartu SIM, tiap tahun ada sekitar 10-20 persen yang berpindah-pindah nomor. Data tiap tahun selalu sama. Dan itu merupakan dampak dari harga kartu yang murah dan banyak menawarkan bonus-bonus menarik.

Senada dengan Dita, Henry Wijayanto, Manager PR Corporate Communication XL mengatakan masih ingin mencermati usulan ini lebih lanjut.

"Yang perlu diperhatikan adalah daya beli dari masyarakat. Untuk harga SIM card yang mencapai Rp100 ribu, saya rasa banyak masyarakat yang tidak mampu membelinya," tutur Henry pada VIVAnews.

Apabila rencana itu benar-benar dijalankan, dia melihat hal ini sudah dipastikan akan berpengaruh kepada operator. Salah satunya, jumlah pelanggan bakal turun.

"Selama ini dengan harga SIM card yang murah, kami mudah mendapatkan pelanggan baru. Tapi, kalau harganya sudah Rp100 ribu, akan sangat sulit mendapatkan pelanggan baru," ujarnya. "Soal pengaruhnya terhadap pendapatan kami belum bisa memastikan. Perlu kajian-kajian lebih lanjut untuk melihat pengaruhnya."

Per triwulan pertama tahun 2013, jumlah pelanggan XL paskabayar mencapai 354 ribu, dan prabayar berkisar 48,7 juta. (viva.co.id)


Pro!
Kontra!

Dahlan Iskan Jadi Bintang Iklan Jamu

Memakai jas dan penutup kepala berwarna putih, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyambangi pabrik jamu PT Sido Muncul, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 5 Januari 2012. Kunjungannya ini untuk memberi dukungan kepada industri nasional yang berbasis pada kekayaan budaya dan tradisi Indonesia. Selain itu, kunjungan ini juga untuk mengkampanyekan cinta produk Indonesia.

Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, kedatangan Dahlan juga akan menjadi salah satu adegan iklan Tolak Angin. Namun, soal berapa honornya, dia tak mau jawab. "Tanya saja sendiri sama Pak Dahlan," kata Irwan Hidayat.

Ketika dikonfirmasi, Dahlan malah tertawa. Ia mengaku bersedia menjadi bintang iklan tanpa dibayar karena industri jamu memiliki keterkaitan dengan orang banyak, salah satunya para petani bahan baku, khususnya jahe dan kunyit.

Dia juga mengaku memiliki program penanaman jahe sebagai tumpang sari di lahan PT Perhutani seluas 5 hektare. "Saya berkepentingan agar Sido Muncul menggunakan bahan baku dari petani, khususnya petani dari lahan BUMN," katanya. (viva.co.id)

Jakarta, Pasar Properti Paling Top di Asia

Jakarta  – Di tengah suramnya perekonomian dunia pasar properti Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat. Lima belas tahun setelah krisis moneter, Jakarta saat ini dianggap sebagai salah satu pasar properti terpanas di Asia.

Berdasarkan konsultan properti Knight Frank, harga kondominium di pusat kota Jakarta naik sekitar 12% sejak paruh kedua 2011, dan lebih dari 50% sejak akhir 2008. Pasar perkantoran di ibukota juga menunjukkan tingkat okupansi yang tinggi dengan 98,1%, dibanding 92% di Singapura dan 85% di Malaysia, berdasarkan laporan firma properti Jones Lang Lasalle.

Sejumlah developer sedang mengerjakan projek-projek baru, yang dinilai terbesar yang pernah ada di Jakarta. Salah satunya termasuk Signature Tower, gedung bertingkat 111 yang dikembangkan oleh PT Grahamas Adisentosa, anak usaha grup Artha Graha, milik Tomy Winata. Gedung tersebut diestimasikan memakan biaya $2 milyar, dan akan menjadi gedung tertinggi kelima di dunia.

Tren positif properti ini juga meluas ke pasar Indonesia lainnya, termasuk di pulau Bali, yang identik sebagai tempat wisata. Pakar properti mengatakan adanya kenaikan sebesar 50% di Seminyak, daerah turis yang dipenuhi bar, hotel dan mal baru.

Developer juga mulai melihat kota-kota lapis kedua, dimana naiknya harga komoditas mendorong meningkatnya pemasukan. PT Lippo Karawaci, dibawah pimpinan Michael Riady, September lalu mengumumkan rencananya membangun 13 mal baru termasuk di Bali, Medan dan Surabaya.

Tingginya antusiasme ini sangat bertolakbelakang jika dibandingkan dengan 10 tahun lalu. Saat itu, banyak orang pindah dari Jakarta, pembangunan gedung-gedung sempat terhambat dan okupansi perkantoran hanya 70%. Hal-hal ini sebagai dampak dari sulitnya negara-negara Asia Tenggara untuk pulih dari krisis ekonomi.

Positifnya dunia properti ini juga menunjukkan kebangkitan dari derita yang diakibatkan oleh krisis keuangan global pada tahun 2008-2009, waktu dimana laju pasar properti sempat melambat drastis, sebelum menunjukkan rebound tahun 2010 dan seterusnya.

Beberapa analis memperkirakan bahwa Indonesia akan terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Namun sangat mungkin bahwa peningkatan harga residensial dan harga sewa bisa melambat, terutama jika permintaan China atas komoditas utama Indonesia tidak segera menunjukkan rebound.

Saat ini, berbagai developer akan maju dengan rencana memperbanyak perkantoran dalam waktu 5 tahun ke depan. Jumlah ini hampir dua kali lebih banyak dibanding masa sebelum krisis tahun 1997-1998. Mereka juga mengencangkan pembangunan kondominium, hotel dan pusat perbelanjaan.

Salah satu proyek termewah adalah Ciputra World, yang terletak di daerah Kuningan. Dibangun oleh PT Ciputra Property Tbk, projek tersebut mencakup mal, Raffles Hotel dan W Hotel, kondominium, gedung perkantoran dan bahkan Ciputra Art Museum.

Sementara itu, Grup Lippo sedang mengerjakan projek St. Moritz, dibangun di atas tanah seluas 11,4 hektar, yang di dalamnya termasuk apartemen mewah St. Moritz Penthouse & Residences, chapel pernikahan, sekolah internasional, gedung perkantoran dan spa. Satu tower kelas presidential suite yang dibuka Mei tahun ini menawarkan unit yang dilengkapi taman dan kolam jacuzzi yang menghadap langit.

The Signature Tower rencananya akan memiliki hotel bintang enam dengan 300 kamar, perkantoran tipe Grade A dan fasilitas eksibisi dan konferensi.

Sejumlah analis properti memprediksikan bahwa the Signature Tower – yang seharusnya mulai dibangun akhir tahun ini – kemungkinan akan dibatalkan, sama seperti projek Nakheel Harbour and Tower di Dubai yang batal dibangun tahun 2010 terkait krisis global.

Namun ada juga beberapa investor properti yang percaya bahwa sekarang adalah momen tepat bagi Indonesia untuk maju dengan proyek-proyek yang bisa menarik perhatian internasional, terutama mereka yang berlokasi prima seperti the Singature Tower, yang terletak di kawasan SCBD Sudirman.

“[Pada developer] sudah berusaha membangun gedung tersebut sejak tahun 1990an, dan suplai akan sangat besar,” kata Fakky Ismail Hidayat, Senior Associate Director Knight Frank Indonesia, yang sebelumnya sudah pernah bekerja dengan developer the Signature Tower beberapa tahun lalu. “Namun prospeknya masih bagus.”

Banyak perusahaan asing yang mencoba memperluas operasi mereka di Indonesia, meskipun dunia sedang dilanda ketidakpastian ekonomi. Google Inc. baru-baru ini membuka kantor di Jakarta, sementara Air Asia, milik Tony Fernandes, memindahkan markas regional dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Survei terbaru dari Kamar Dagang AS di Indonesia melaporkan 25% dari perusahaan Amerika berencana untuk memperluas operasi mereka di Indonesia, dibanding Singapura yang hanya 4%, mengingat biaya Jakarta yang relatif lebih murah dibanding kota lainnya.

Meskipun masih tergolong rendah dibanding kota-kota Asia lainnya, harga sewa perkantoran tipe Grade A melonjak menjadi Rp 175,000 per meter persegi, dibanding Rp 100,000 pada akhir 2010. Sementara, kondominium kelas menengah – yang dijual seharga 10 sampai 15 juta rupiah per meter persegi – terjual dengan cepat, dengan berbagai developer akan menyumbang lebih dari 6.000 unit baru tahun ini.

 
Sumber : indonesia.wsj.com


Presiden: Lupakan Orientasi Ekonomi Berbasis Ekspor

detakinfo - Dalam pembukaan rapat pimpinan nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta, Selasa (2/10), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa hampir seluruh negara di dunia sedang berhemat, termasuk mengurangi kegiatan impor mereka, sehingga saat ini Indonesia harus menerima kenyataan tersebut dan tidak terlalu berorientasi pada ekspor.

Dengan terjadinya krisis di banyak negara, ujar Presiden Yudhoyono, pelajaran yang harus kita petik adalah penguatan ekonomi domestik.

“Strategi orientasi ekspor saya anggap tidak tepat untuk negara kita karena pertumbuhan di Indonesia bukan hanya bergantung pada ekspor, tapi harus bergantung pada kontributor lain yang justru memiliki potensi yang besar, misalnya investasi, konsumsi domestic dan sebagainya,” ujar Presiden.

“Mari kita bangun daya saing, ketahanan ekonomi dan industri yang lebih maju. Kalau ini bisa kita lakukan, di tahun-tahun mendatang, lima, 10, 15 tahun ke depan menghadapi gejolak dan  krisis perekonomian global apapun kita tidak perlu takut.”

Sebelumnya, pemerintah mengandalkan kegiatan ekspor sebagai penopang pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi angka pengagguran. Tahun ini pemerintah menargetkan pendapatan negara melalui eskpor sebesar US$203 miliar dan akan naik tahun depan menjadi sebesar $220 miliar.

Sementara itu, menurut Ketua Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, dibutuhkan pemerataan kegiatan ekonomi hingga di daerah agar ekonomi dalam negeri tumbuh. Ia meminta kepada pemerintah dan pengusaha nasional agar kebijakan yang berlaku juga berpihak kepada pengusaha daerah.

“Mohon agar proyek-proyek APBN dan APBD dengan nilai kurang dari Rp 20 miliar diprioritaskan kepada pengusaha daerah untuk menjalin kemitraan dengan pengusaha nasional,” ujar Suryo.

“Menyangkut masalah subsidi BBM, Kadin berharap dengan berkurangnya beban APBN untuk subsidi BBM, penghematan dapat dialokasikan kepada daerah untuk pembangunan infrastruktur. Kadin akan sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah mengurangi bahkan kalau perlu meniadakan sama sekali subsidi BBM.”

Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Tengah, Nur Achmad Affandi, mengeluh karena sampai saat ini masih terjadi keterbatasan kesempatan pengusaha daerah dalam mengembangkan usaha.

“[Kurangnya] akses terhadap sumber modal dan peluang kerja. APBN dan APBD rata-rata dikuasai oleh BUMN. Mereka bermitra dengan [pengusaha] daerah, tetapi ya hanya menjadi sub kontraktor,” ujar Affandi.

“Industri juga masih dikuasai oleh orang-orang Jakarta yang ada di daerah sehingga keuntungan usaha itu otomatis dibawa ke Jakarta. Beda kalau investasi dilakukan oleh orang daerah maka berapapun keuntungannya akan menjadi reinvestasi di daerah.” (VOA indonesia)

Jepang Masih 'Pikir-pikir' Garap Proyek Jembatan Selat Sunda

Pihak Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) mengaku masih pikir-pikir mendanai proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) Rp 100 triliun lebih.

CEO JBIC Hiroshima Watanabe mengatakan, pihaknya melihat belum ada skema yang pasti soal pengelolaan jembatan penghubung pulau Jawa dan Sumatera ini.

"Soal JSS, JBIC mau berminat atau tidak, bisa jadi iya atau tidak. Karena itu tergantung pengelolaan jembatan tersebut," ujar Watanabe dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (28/9/2012).

Watanabe menyatakan, jika nantinya jalan tol di jembatan ini akan dikenakan tarif tinggi yang menggiurkan investor, maka JBIC berani untuk membiayai proyek tersebut. 

"Pada dasarnya kalau proyek ini akan dilaksanakan, dengan skema uang tol untuk melewati jalan itu, ditetapkan agak tinggi agar pembangunan infrastruktur dapat dikembalikan dari pendapatan biaya tol itu, kalau dasarnya bisa ditetapkan JBIC akan mikir," katanya.

JBIC, lanjut Watanabe, berani menawarkan pembiayaan yang rendah dibandingkan swasta yang lain. "Karena JBIC bisa menawarkan pembiayaan tentunya lebih rendah dari sektor swasta, tapi bukan 0 persen, yang selama ini dari ODA (Official Development Assistance)," jelasnya.

Namun, Watanabe menyatakan, jika pemerintah Indonesia membangun jembatan ini dengan tujuan sosial dengan menetapkan harga tol yang rendah, maka kemungkinan kerjasama yang dilakukan bersama pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). 

"Sebaliknya kalau pemerintah RI akan memabangun JSS ini dari pandangan sosial maka uang tol akan rendah, pembiayaan lebih cocok ke JICA, jadi tergantung kerangka dan desain bagaimana dan perusahaan apa yang membangun itu," pungkasnya.

Jembatan Selat Sunda ditargetkan mulai groundbreaking tahun 2014. Proyek jembatan sepanjang 29 Km itu rencananya akan menelan dana sedikitnya Rp 100 triliun.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo sempat mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS).

Dalam perkembanganya usulan itu menuai perdebatan karena bakal mengancam kiprah pemrakarsa (pemda Lampung-Banten dan Artha Graha) untuk menyiapkan proyek JSS termasuk studi kelayakan dan basic design.

Masalah ini dibahas di kantor menko, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan maupun rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS. Sejak Juli lalu sejatinya masalah ini sudah ada keputusan namun hingga kini sudah berbulan-bulan tak ada hasil. (finance.detik.com)

2030, Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar Dunia


Indonesia diramalkan bakal menempati posisi ketujuh dunia sebagai negara dengan skala ekonomi terbesar pada 2030. Kala itu, Indonesia diyakini bakal menawarkan peluang bisnis bagi sektor swasta dengan nilai mencapai US$1,8 miliar.

Untuk saat ini, skala ekonomi Indonesia masih menempati posisi 16 terbesar di dunia.

Prediksi tersebut terungkap dari laporan Mckinsey Global Institute (MGI) yang bertajuk The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia's Potential.

"Pertumbuhan konsumen Indonesia menguat lebih tinggi dibandingkan negara lain di luar China dan India," kata laporan McKinsey seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 18 September 2012.

McKinsey memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2030 akan ditopang oleh empat sektor utama yaitu bidang jasa, pertanian dan perikanan, serta sumber daya alam.

Pada tahun yang sama, McKinsey memperkirakan tingkat daya beli masyarakat konsumen Indonesia juga akan meningkat dari 45 juta menjadi 90 juta orang. Masyarakat konsumen adalah mereka yang memiliki penghasilan lebih dari US$3.600 dalam hal kemampuan daya beli.

Pertumbuhan masyarakat konsumen Indonesia itu akan terus meningkat jika pemerintah mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5-6 persen.

"Brasil, Mesir, Vietnam, dan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat, peningkatan masyarakat konsumen hanya akan tumbuh setengah dari jumlah masyarakat konsumen Indonesia pada periode yang sama," ujar laporan tersebut.

Terkait tiga sektor bisnis yang bakal menopang perekonomian Indonesia, McKinsey memperkirakan imbal hasil dari bisnis jasa bisa menciptakan 7,7 persen per tahun dengan nilai US$1,1 triliun. Tahun lalu, nilai bisnis dari sektor jasa hanya mencapai US$260 miliar.

Dengan peningkatan tersebut, porsi sumbangan sektor jasa pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia bakal meningkat dari 61 persen menjadi 65 persen.

"Namun, Indonesia masih tertinggal jauh dari negara Asia lainnya dalam berbagai bentuk produk keuangan," tuturnya. (art)

© VIVA.co.id 

Indonesia Butuh 200.000 Tenaga Ekonomi Syariah

Pertumbuhan industri keuangan dan perbankan syariah rupanya belum diiringi dengan ketersediaan sumber daya manusia di bidang tersebut.

Ketua Dewan Pakar Ekonomi Syariah Indonesia Aries Mufti menyatakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syarih berdampak pada tingginya pertumbuhan industri keuangan dan perbankan syariah. Pertumbuhan rata-ratanya sebesar 30-40 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan bisnis keuangan dan perbankan konvensional yang hanya tumbuh sekitar 10 persen. Sayangnya, pertumbuhan bisnis tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia.

"Kenyataan di lapangan 90 persen SDM di sektor perbankan dan keuangan dan keuangan syariah berlatar belakang ekonomi konvensional," ujarnya dalam acara peresmian Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan (STEBANK) Islam Sjafruddin Prawiranegara di Jalan Kramat Pulo Gundul, Jakarta, Minggu (30/9/2012).

Aries menambahkan sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia dan populasi mencapai 240 juta jiwa, Indonesia masih memiliki lulusan di bidang keuangan dan perbankan syariah yang masih minim.

Institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program studi ekonomi syariah baru mencapai 25-30 perguruan tinggi. Dengan jumlah tersebut, hanya sekitar 1.000 lulusan tercetak setiap tahun. Angka itu msih jauh dari kebutuhan SDM pada perbankan dan keuangan syariah.

"Untuk mencapai market share 5 persen, Bank Indonesia memperkirakan dibutuhkan sekitar 200 ribu tenaga kerja," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Aries, dibangunlah STEBANK ini guna melahirkan generasi muslim intelektual di bidang ekonomi dan perbankan Islam. (finance.detik.com)
 

Video Clip